Bankaltimtara

80 Calon Paskibraka Paser Jalani Pusdiklat, Efisiensi Anggaran Ubah Sistem Karantina

80 Calon Paskibraka Paser Jalani Pusdiklat, Efisiensi Anggaran Ubah Sistem Karantina

Aktivitas latihan calon paskibraka Kabupaten Paser.-sah-

PASER, NOMORSATUKALTIM – Sebanyak 80 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Paser tengah menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat), sebagai persiapan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. 

Pusdiklat tersebut berlangsung di Tanah Grogot sejak 3 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada 18 Agustus 2026.

Selama lebih dari dua pekan, para calon anggota Paskibraka akan menjalani berbagai materi pembinaan, mulai dari latihan fisik, pembentukan disiplin, hingga latihan baris-berbaris sebagai bekal menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Paser.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser, Hatimah, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti Pusdiklat telah melewati tahapan pra-pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan pada Juli lalu.

BACA JUGA:Pengurangan Cabor Porprov Kaltim Diputuskan Bersama, Bukan dari Paser

Menurutnya, kegiatan pra-Pusdiklat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan fisik dan mental para peserta sebelum memasuki masa latihan intensif.

"Pra pusdiklat sudah terlaksana Juli lalu. Mereka latihan setiap minggu pada hari Kamis dan Jumat," ujar Hatimah, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, dari total 80 Capas yang dinyatakan lolos seleksi, sebanyak 52 peserta berasal dari Kecamatan Tanah Grogot. 

Sementara 28 peserta lainnya berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Paser.

Pada pelaksanaan Pusdiklat tahun ini, pemerintah daerah melakukan sejumlah penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran

BACA JUGA:DP2KBP3A Paser Terima Laporan Dugaan Penyuka Sesama Jenis di Kalangan Remaja

Salah satu perubahan yang diterapkan adalah sistem penginapan bagi para peserta.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya seluruh Capas diinapkan di hotel selama masa latihan, kali ini hanya peserta yang berasal dari luar Kecamatan Tanah Grogot yang disediakan tempat menginap sementara. Sedangkan peserta yang berdomisili di Tanah Grogot menjalani sistem pulang-pergi setiap hari.

"Efisiensi anggaran. Jadi untuk yang di wilayah Tanah Grogot mereka pulang pergi, sedangkan 28 peserta dari luar Tanah Grogot diinapkan di rumah panitia khusus laki-laki," jelas Hatimah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: