Tantangan Pembinaan Mahasiswa di Era 4.0
Ketujuh, optimalisasi peran pembina mahasiswa. Pembina mahasiswa merupakan ujung tombak yang juga harus diperhatikan. Pembina mahasiswa biasanya dosen yang ditunjuk institusi untuk mengarahkan mahasiswa. Baik di skala jurusan maupun di skala UKM. Karena memang setiap UKM memiliki pembina. Pembina akan lebih optimal memberikan tugas saat diberikan pengetahuan yang memadai soal pembinaan mahasiswa. Mulai dari pengetahuan tentang cara berkomunikasi, berorganisasi yang benar, hingga menjadi konsultan terapis dari berbagai problem mahasiswa. Khusus tentang peran konsultasi ini, seorang pembina tidak harus berlatar belakang psikologi. Karena sudah banyak ilmu-ilmu menjadi konselor yang bisa dimanfaatkan dalam menunjang tugas ini. Salah satunya NLP (Neuro Linguistic Programing).
Setidaknya ada tujuh upaya yang bisa dilakukan untuk melakukan pembinaan mahasiswa di era 4.0 ini. Tetapi yang paling penting menurut hemat saya adalah adanya kesadaran kolektif tentang perlunya perubahan pembinaan mahasiswa. Khususnya kesadaran di level manajemen institusi pendidikan masing-masing. Sehingga akan pemicu kesadaran mahasiswa untuk terus belajar meningkatkan kapasitas dirinya.
Dengan diterapkan salah satu, salah dua, atau semua pola di atas, harapannya pembinaan mahasiswa sudah lebih maju lagi. Sehingga para alumni institusi pendidikan bisa lebih survive saat memasuki dunia kerja. Bahkan mereka akhirnya menjadi individu-individu yang terus tumbuh bersama-sama membesarkan bangsa ini. Sesuai bidang mereka masing. Insyaallah. (*Dosen Teknik Kimia POLNES dan Direktur Beruang Madu Institute)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

