Bankaltimtara

Semangat Membumikan Literasi di House Opera

Semangat Membumikan Literasi di House Opera

Ketika program ini ditonton oleh banyak orang, tentu ini akan memancing kehadiran para sponsor komersial maupun non-komersial untuk ikut berpartisipasi. Ketika sudah ada uang mengalir, maka keberlanjutan produksi akan lebih terjamin dan profesionalitas kerja pun bisa lebih ditingkatkan. Ini berarti pertanyaan pertama dan kedua bisa dijawab dengan positif.

Tapi kalau JMOE tak bisa kembali eksis di outdoor karena tak diizinkan ke tempat semula dan tak tersedia tempat yang layak untuk penggantinya, maka program ini hanya bisa dilakukan secara indoor seperti sekarang. Kondisi studio dadakan di teras rumah Mas Hardi ini sebenarnya cukup layak untuk sementara. Tapi tak prospektif untuk jangka waktu lama. Untuk meningkatkannya menjadi lebih profesional, maka diperlukan ruang atau studio baru yang lebih representatif. Apakah ruang ini ada tersedia sekarang? Dan apakah bisa gratis? Sepertinya belum ada ya. Atau semoga nantinya ada.

Kemudian apakah dengan tetap bertahan di studio dadakan masih mungkin untuk berlangsung lama dan beralih menjadi profesional? Saya biasanya selalu ingin tetap optimis di tengah keterbatasan. Artinya, saya masih melihat kemungkinan itu ada. Cuma akan sulit dan berat. Bagi saya, menghadapi sesuatu yang sulit dan berat itu adalah tantangan menarik. Tapi tentu itu tak berlaku untuk semua orang. Ketika kita bekerja sama dengan banyak orang, situasinya akan semakin sulit manakala kita harus memaksa orang banyak untuk menempuh jalan kesulitan. Kesimpulannya, ketika kita bisa menghadirkan banyak kemudahan dan keringanan dalam mencapai sebuah tujuan, maka peluang keberhasilan akan lebih besar ketimbang sebaliknya.

Jadi, apakah program ini tetap prospektif? Jawabannya adalah iya. Seni pertunjukan selalu akan dibutuhkan oleh masyarakat, dan bisnis seni pertunjukan sebagai salah satu sub-sektor industri kreatif selalu akan mempunyai celah untuk terus berkembang.

Pentas seni di House Opera yang diprakarsai Jamming Musik Odah Etam (JMOE) dan Gerakan Literasi Kutai (GLK). (IST)

Dan prospek itu akan lebih terang dan benderang manakala ada perhatian, dukungan, dan bantuan dari berbagai pihak terkait. Kalian tahu yang saya maksud kan? Bukankah kita sudah berkomitmen untuk menumbuhkembangkan industri kreatif di Kutai Kartanegara? Bukankah ekonomi kreatif itu memang di-setting untuk menjadi tulang punggung perekonomian daerah bahkan nasional untuk ke depan?

Baiklah! Mari kembali pada KOPI PAHIT atau House Opera. Mari berhibur dengan tingkah polah para pemain yang memancing gelak tawa. Mari ramaikan semangat membangun sumber daya manusia melalui gerakan literasi. Mari berkreasi dan terus berkarya untuk Kutai Kartanegara dan Indonesia. Salam Literasi! (*Pegiat Literasi Kutai Kartanagera)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: