Bankaltimtara

Menkop UMKM Targetkan 30 Juta UMKM Digital

Menkop UMKM Targetkan 30 Juta UMKM Digital

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com- Digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci pemulihan ekonomi nasional. Tercatat, pada 2020 jumlah UMKM yang memanfaatkan kanal digital hanya 8 juta dan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, kini jumlahnya meningkat pesat menjadi 19 juta. Kementerian Koperasi dan UMKM tahun ini menargetkan tercapainya 30 juta UMKM yang terdigitalisasi sampai 2024. Untuk mencapai target itu, Menkop UMKM menggandeng Grab dan OVO sebagai mitra strategis. Alhasil, dari kerja sama itu, sejak pandemi hingga Mei 2022 tercatat lebih dari 2 juta UMKM sudah didigitalisasi melalui ekosistem Grab dan OVO. “Pemerintah terus mendorong UMKM untuk terhubung ke dalam ekosistem digital agar bisa memanfaatkan potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai Rp 4.500 triliun pada tahun 2030,” kata Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki dalam keterangan tertulis. “Saya menyambut baik inovasi yang ditawarkan oleh Grab dan OVO dalam bentuk portal informasi yang dapat diakses di media sosial ini,” tambahnya. “Saya juga senang atas semangat para komunitas UMKM dalam menyelenggarakan berbagai rangkaian aktivitas untuk memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh di bulan Agustus ini,” ucap Teten. Ia berharap semakin banyak pihak yang memiliki komitmen berkelanjutan mewujudkan transformasi digital bagi kelompk usaha ini . Sementara itu Country Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi menyatakan pihaknya telah membidani lahirnya jutaan pelaku UMKM baru di Indonesia. “Kami percaya akan potensi UMKM Indonesia. Sejak pandemi hingga Mei 2022 tercatat lebih dari 2 juta UMKM sudah didigitalisasi melalui ekosistem Grab dan OVO,” ujar Neneng. Pada peringatan Hari UMKM Nasional 2022, Grab, superapp terkemuka di Asia Tenggara, dan OVO, tekfin unicorn Indonesia yang berfokus pada platform pembayaran digital dan layanan finansial, hari ini memperkenalkan Solusi UMKM Terpadu di @GrabMerchantID sebagai portal informasi satu pintu. Layanan ini fokus pada tiga pilar utama, yaitu memberikan akses ke konsumen melalui digitalisasi, pusat informasi tentang izin dan sertifikasi, serta akses ke modal usaha.  Akses ke modal usaha, kejelasan mengenai izin dan regulasi serta akses ke konsumen masih menjadi tiga kendala utama dalam mendirikan usaha baru atau bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha. “Ketiga hal tersebut merupakan tantangan besar ketika saya baru memulai usaha sendiri. Kemudahan mengakses informasi terkait modal, peraturan dan bagaimana cara menggaet konsumen yang lebih luas sangatlah membantu bagi usaha kecil yang masih memiliki keterbatasan sumber daya,” jelas Alanda Kariza, penulis, aktivis dan pemilik usaha kuliner Bearrito, di sela-sela diskusi Kopdar UMKM Nasional. “Begitu banyak jejaring komunitas kreatif kami yang mengandalkan media sosial dalam kegiatan usahanya. Untuk itu pusat informasi yang kredibel dan mudah dicerna di media sosial juga menjadi krusial agar para pelaku usaha, UMKM khususnya, bisa mengakses informasi/solusi/program yang tepat untuk mengembangkan usahanya,” Fiki Satari, Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Inisiatif Grab dan OVO bertujuan mendukung upaya pemerintah mendorong lahirnya pelaku usaha baru dan mempercepat adopsi digital pelaku usaha. @GrabMerchantID disosialisasikan pada acara Kopdar UMKM Nasional di Gedung SMESCO Indonesia yang diikuti oleh sejumlah pemilik bisnis dan perwakilan komunitas UMKM (Indonesia Creative Cities Network, UKM Indonesia, Tangan di Atas dan Sahabat UMKM), serta dihadiri oleh  Menteri Teten Masduki, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, dan President Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: