Azrul Ananda: Saya Tidak Lulus SMA (Seri 1)
Asrul Ananda berbagi ceritanya menempuh pendidikan di Amerika Serikat sejak usia 16 tahun melalui program pertukaran pelajar. -(Ist./ Dok. Pribadi)-
Baru di hari terakhir. Kami semua mendapatkan amplop. Isinya informasi kami akan dikirim ke mana. Semua akan disebar ke berbagai penjuru Amerika. Rata-rata ke kota-kota kecil di negara-negara bagian yang "tidak umum".
Di ruangan pertemuan itu ada peta besar Amerika di dinding. Kami disuruh mencari kota kami letaknya di mana. Saking kecilnya beberapa kota kami, kota-kota itu tidak masuk di peta!
Ada teman saya anak Jakarta yang harus tinggal di sebuah peternakan. Saking terpencilnya, tetangga terdekatnya berjarak dua mil (lebih dari 3 km).
Yang "agak beruntung" adalah salah satu teman terdekat saya waktu itu. Dia dikirim ke "kota beneran" di Florida. Dia pintar. Dia menulis "alergi hawa dingin" di aplikasinya!
Saya? Saya dapat negara bagian Kansas. Tepat di tengah Amerika. Tempat bayi Superman mendarat saat dilarikan dari Kripton.
Setelah bersedih-sedihan, kami pun berpisah sendiri-sendiri. Baru akan ketemu --kalau semua selamat-- saat pulang bersama Juli tahun depannya.
Ingat, belum ada internet. Belum ada handphone. Belum ada video call. Bahkan menelepon biasa pun mahal biayanya.
BACA JUGA: Dahlan Iskan: Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis
***
Saya mendarat di Kansas. Sempat singgah di sebuah rumah sementara di kota Lyon (penduduk 5.000), sebelum geser ke Ellinwood (penduduk 2..800). Letaknya pas tengah-tengah Kansas. Pas tengah-tengah Amerika.
Saya sampai di rumah keluarga angkat saya cukup malam. Sekitar pukul 21.00. Saya diterima di keluarga John dan Chris Mohn. Mereka punya anak perempuan yang setahun lebih senior dari saya, Andrea.
Kata John, tahun sebelumnya mereka menerima siswa pertukaran asal Spanyol. Namun anaknya terbilang merepotkan dan mereka sempat tidak mau lagi menampung siswa pertukaran. Tapi rupanya Andrea kasihan sama saya. Anak kurus banget (47 kg) yang harus dibantu, katanya.
Mereka keluarga pemilik koran setempat, Ellinwood Leader. Sekaligus mengajar di Ellinwood High School.
Chris jadi guru bahasa Spanyol dan pelatih Quiz Bowl. John pengajar English dan Journalism. Andrea termasuk aktif jadi pengurus berbagai kegiatan sekolah, khususnya teater.
Selama setahun, keluarga inilah yang menghidupi saya. Menyediakan tempat tinggal, makan, dan lain sebagainya. Setelah saya ingat-ingat, selama setahun itu, Abah saya hanya memberi saya USD 250. Itu saja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
