Bankaltimtara

Kutim Krisis Petani Muda, Ardiansyah: Anak Muda yang Mau jadi Petani Sedikit

Kutim Krisis Petani Muda, Ardiansyah: Anak Muda yang Mau jadi Petani Sedikit

Ilustrasi petani pisang kepok.-istimewa-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Keinginan Pemkab Kutim menambah luasan hektare lahan pertanian hadapi tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan SDM, yakni terbatasnya jumlah petani. 

Padahal, menurut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, pemkab bertekad mewujudkan target pengembangan 20 ribu hektare lahan tanaman pangan, khususnya padi sawah.

Menurutnya, persoalan pengembangan pertanian saat ini tidak hanya berbicara mengenai pembukaan atau penyediaan lahan. 

Keberadaan tenaga kerja yang memiliki minat dan kemampuan untuk bertani juga menjadi faktor penting.

BACA JUGA:Perkuat Perlindungan Produk Lokal, Pemkab Kutim Serahkan Sertifikat HKI kepada 121 UMKM

“Ternyata kesulitannya hanya satu, yakni tenaga petaninya yang tidak ada." 

"Generasi muda atau anak-anak muda yang berminat ke sektor pertanian masih sangat sedikit,” ujar Ardiansyah  Rabu 2 September 2026.

Ia menjelaskan, sebagian besar pelaku pertanian yang masih aktif di Kutim berasal dari kelompok petani yang telah lama berkecimpung di sektor tersebut. 

Sementara regenerasi dari kalangan usia muda belum berjalan secara maksimal.

BACA JUGA:Ruang Hidup Terancam, Dayak Basap Karangan Minta Hak Adat Diakui

Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah daerah karena keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada munculnya generasi penerus yang bersedia menjadikan pertanian sebagai bidang pekerjaan dan sumber penghidupan.

Di sisi lain, Pemkab Kutim tetap melakukan inventarisasi terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian baru. 

Pendataan dilakukan sebagai bagian dari persiapan mencapai target perluasan lahan.

Dari rencana pengembangan 20 ribu hektare padi sawah, sekitar 7.000 hektare lahan telah masuk dalam proses pendataan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: