Soroti SiLPA Dana Desa, Bupati Kutim: Jangan Biarkan Anggaran Mengendap Saat Warga Masih Membutuhkan
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.-Sakiya/Disway Kaltim-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menaruh perhatian serius terhadap masih besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Dana Desa di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ardiansyah menegaskan, bahwa Dana Desa seharusnya menjadi instrumen untuk mendorong pembangunan, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan justru menyisakan anggaran dalam jumlah besar hingga akhir tahun.
“Saya sangat menyayangkan masih ada SiLPA Dana Desa yang cukup besar. Di saat masih ada warga yang membutuhkan pekerjaan, bantuan usaha, perbaikan rumah, akses air bersih, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya, anggaran justru tidak termanfaatkan secara optimal,” tegas Ardiansyah, Selasa, 7 Juli 2026.
BACA JUGA: Bupati Kutim Jawab Kritik DPRD Soal TAPD Jarang Hadir Undangan Rapat
Ia menilai keberhasilan pengelolaan anggaran publik tidak hanya dilihat dari tertib administrasi, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, setiap program yang dirancang pemerintah desa harus benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.
Ardiansyah meminta pemerintah desa lebih cermat dalam menyusun skala prioritas pembangunan.
Menurutnya, setiap rupiah yang dibelanjakan harus mampu menciptakan manfaat nyata, baik melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, maupun peningkatan pelayanan dasar.
BACA JUGA: Tak Lagi Andalkan Uang Muka, Bupati Kutim Minta Kontraktor Siapkan Modal Sendiri
Selain menyoroti Dana Desa, Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya pengelolaan Program Dana RT yang kini dialokasikan sebesar Rp250 juta untuk setiap RT.
Ia menilai besarnya anggaran tersebut harus menjadi peluang untuk mempercepat pembangunan berbasis lingkungan.
Sebagai contoh, ia menyebut Desa Swarga Bara yang memiliki 66 RT. Dengan jumlah tersebut, total dana yang akan dikelola mencapai sekitar Rp16,5 miliar.
Menurutnya, anggaran sebesar itu akan memberikan dampak besar apabila digunakan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
