Perumdam Kutim Siapkan 24 Intake Tahan Banjir
Direktur Teknik Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim, Galuh Boyo Munanto.-istimewa-
Saat itu, dua unit intake terdampak banjir ekstrem hingga harus dihentikan operasinya sementara waktu demi menjaga keamanan instalasi.
“Tahun 2022 ada dua intake yang terdampak banjir ekstrem dan terpaksa shutdown selama 42 sampai 72 jam untuk menjaga keamanan,” ungkapnya.
BACA JUGA:Dari 2,5 Hektare Lahan, 1,3 Ton Jagung Muara Wahau Disalurkan ke Bulog
Penghentian operasional tersebut berdampak langsung pada layanan air bersih kepada masyarakat yang sempat terhenti hingga hampir tiga hari.
Untuk mengantisipasi kondisi serupa, Perumdam saat itu telah menginformasikan kepada pelanggan agar menyiapkan cadangan air di rumah masing-masing.
Selain itu, distribusi air bersih juga dilakukan menggunakan mobil tangki, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air minum warga selama gangguan berlangsung.
Galuh menambahkan, banjir tidak hanya berdampak pada gangguan layanan.
Tetapi juga menimbulkan kerugian lain seperti proses pembersihan fasilitas intake dari sampah dan endapan lumpur.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Kutim Melambat, Bupati Sebut Disebabkan Kebijakan Pengurangan Produksi Batu Bara
Di sisi lain, potensi kehilangan pendapatan juga menjadi konsekuensi yang harus dihadapi akibat terhentinya distribusi air kepada pelanggan.
Dengan berbagai pembenahan yang telah dilakukan, Perumdam optimistis sistem intake yang ada saat ini lebih siap menghadapi potensi banjir di masa mendatang.
“Kita terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar layanan air bersih tetap bisa berjalan meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
