Longsor di Jembayan: 3 Rumah Terdampak, Sejumlah Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat
Kondisi rumah warga yang terdampak longsor di bantara Sungai Mahakam, Desa Jembayan, Loa Kulu, Kukar.-istimewa-
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM — Longsor kembali terjadi di Jalan Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin, 31 Agustus 2026 sekira pukul 17.40 Wita.
Sebelumnya longsor yang disebabkan abrasi Sungai Mahakam dan menimpa rumah warga juga terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 lalu.
Kepala Desa Jembayan Erwin mengatakan, longsor kali ini mengakibatkan 3 rumah warga terdampak, 2 di antaranya mengalami kerusakan parah akibat material tanah yang terus tergerus aliran sungai.
“Yang satu rumah masuk ke sungai. Yang satu lagi dapurnya sudah masuk, tetapi badan rumahnya sudah menggantung,”ucap Erwin, Selasa, 1 September 2026.
BACA JUGA: 2 Rumah di Desa Embalut Tenggarong Seberang Rusak Berat Akibat Longsor, Diduga Akibat Abrasi Sungai
Sementara itu, satu rumah lainnya masih dalam kondisi relatif baik. Namun, bagian kamar mandi atau WC rumah tersebut telah terdampak longsor.
Menurut dia, kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi bergerak. Karena itu, warga yang tinggal di 3 rumah terdampak telah memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan tetangga.
“Mereka mengungsikan diri. Karena dari pemerintah belum ada menyiapkan tempat,” ujarnya.
Erwin menyebut terdapat 5 warga yang tinggal di rumah terdampak dan 2 warga yang saat ini berada di rumah kerabat. Para penghuni rumah tersebut telah meninggalkan bangunan demi menghindari risiko longsor susulan.
BACA JUGA: Jalan Penghubung Desa Batuq Kembali Longsor, Akses Dialihkan Lewat Jalur Darat
Pemerintah Desa Jembayan telah menyampaikan laporan dan surat permohonan bantuan kepada sejumlah instansi terkait, termasuk BPBD, Baznas, dan Dinas Sosial.
Erwin mengatakan, pemerintah kabupaten juga telah melakukan kunjungan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi warga dan dampak longsor.
“Pagi tadi kami sudah bersurat. Tadi barusan selesai kita bagikan bantuan dari BNPB berupa sembako,” tuturnya.
Meski bantuan logistik telah diterima, pemerintah desa berharap penanganan terhadap kondisi tempat tinggal warga dapat segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
