Anggota DPRD Kukar Ini 'Gerah' Ada Krisis Ruang Kelas
Ilustrasi proses belajar mengajar di ruang kelas. -Rahmat Pratama -
BACA JUGA: Diduga Sering Dibully, Siswa SMA Loa Kulu Kukar Nekat Menikam Temannya di Dalam Kelas
Menurut Akbar, pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa tidak semua keluarga memiliki fasilitas pendukung seperti perangkat smartphone yang memadai maupun akses internet yang stabil.
“Banyak orang tua mengeluhkan keterbatasan smartphone dan jaringan internet. Belum lagi tidak semua punya waktu untuk mendampingi anak belajar di rumah,” katanya.
Ia juga menilai pembelajaran daring berpotensi mengurangi efektivitas pengawasan terhadap siswa.
Disiplin belajar dinilai lebih sulit diterapkan ketika anak berada di rumah dibandingkan di sekolah.
BACA JUGA: Siasat Disdikpora PPU Sikapi Krisis Kelas SDN 038 Penajam
“Di sekolah, anak-anak bisa lebih disiplin dan bersosialisasi. Kalau di rumah, tidak semua anak punya kedisiplinan yang sama,” ujarnya.
Akbar berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera mengkaji ulang kebijakan pembelajaran daring serta memprioritaskan pemenuhan kebutuhan ruang kelas.
“Ini menyangkut kualitas pendidikan dan SDM ke depan. Jadi harus benar-benar jadi perhatian serius,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
