Transaksi di Bangayo Tarakan Gunakan QRIS
Kawasan Kuliner Baya Ngakan Mayo (Bangayo) Tarakan berfungsi setelah direasmikan Walo Kota Tarakan, Khaerul.(Istimewa) TARAKAN, DISWAY - Kawasan kuliner Tarakan Baya Ngakan Mayo (Bangayo) di depan kawasan konservasi mangrove dan bekantan (KKMB), menggunakan transaksi nontunai atau mesti menggunakan aplikasi QR Code Indonesian Standard (QRIS). Wali Kota Tarakan, Khairul usai peresmian, Sabtu (12/10) mengungkapkan, selain mensosialisasikan transaksi nontunai, pihaknya juga bermaksud mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan kuliner Pedagang kaki lima (PK5). “Ini menjadi suatu alternatif bagi masyarakat Tarakan dan wisatawan karena bukanya agak lama sampai pukul 00.00 Wita. Karena tagline kita, Smart city ke depan mempermudah semua transaksi," katanya. Traksaksi nontunai dilakukan, selain mengurangi kejahatan (pencurian), juga mengurangi biaya pencetakan uang tunai. Karena cetak uang itu pakai uang juga dari APBN. Termasuk juga untuk pemerintah daerah, semua transaksi penjualan juga bisa terpantau," ungkap Khairul. Ia mengatakan, di Bangayo Tarakan, memang dibatasi untuk 22 tenant saja yang berjualan. Namun ke depan akan buat lagi di tempat lain. "Sementara ini dulu agar tidak saling mematikan," katanya. Terkait kendala soal jaringan kata wali kota berharap agar telkom bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Tarakan, sehingga kegiatan transaksi nontunai dapat berjalan dengan baik. “Jadi nanti setelah pukul 12 malam, lokasi ini beralih menjadi pasar tani hingga pukul 05.00 Wita pagi. Jadi para petani sayur-sayuran akan membawa hasilnya untuk dijual di tempat ini. Kita mengharapkan juga kepada para penjual agar setelah berjualan, jalanan ini dan sekitarnya bersih seperti tidak terjadi apa-apa,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Hendik Sudaryanto menuturkan, konsep awal kawasan kuliner ini untuk menggandeng UMKM mengembangkan pariwisata. Kemudian mencari tempat dimana orang-orang Tarakan bisa berkumpul, dan untuk wisatawan yang ingin keluar malam. “Kalau prinsip nontunai jelas memudahkan masyarakat supaya lebih inklusif. Akan lebih efektif menggunakan nontunai. Yang paling penting adalah mengubah pemikiran masyarakat bahwa transaksi tidak hanya tunai saja. Dengan nontunai ini akan membuat perekonomian lebih efisien," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

