Bankaltimtara

Guru Korban Pengeroyokan di Balikpapan Dilaporkan Balik, Sebut Itu Hak Pelaku

Guru Korban Pengeroyokan di Balikpapan Dilaporkan Balik, Sebut Itu Hak Pelaku

MA (31) guru SD yang dilaporkan balik karena diduga menganiaya pelajar saat menegur karena merokok.-istimew-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Guru SD berinisial MA (31), korban dugaan pengeroyokan di Balikpapan Timur, membantah tuduhan telah melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar sebelum insiden tersebut terjadi. 

Pernyataan itu ia sampaikan menyusul laporan balik yang diajukan salah satu anak berhadapan dengan hukum (ABH) terhadap dirinya.

Menurut MA, tuduhan yang menyebut dirinya menganiaya pelajar dengan menarik sweter hingga terjatuh tidak sesuai dengan kejadian yang ia alami. 

Ia mengaku memang sempat menarik sweter salah seorang pelajar. 

Tetapi hanya untuk menghentikan mereka agar dapat diberikan nasihat.

BACA JUGA:Usai Kasus Pengeroyokan Guru, DPRD Balikpapan Tekankan Pengawasan Orang Tua dan Etika Guru Saat Menegur

MA menjelaskan, setelah menarik sweter tersebut, sepeda motor yang dikendarainya bersama pelajar itu berhenti. 

Ia kemudian menurunkan standar samping motornya sebelum pelajar tersebut melompat ke arah belakang.

"Saya menarik sweter untuk menghentikan mereka karena saya mau memberi nasihat atau arahan, tidak ada maksud lain," ujarnya, Rabu 5 Agustus 2026.

BACA JUGA:Ditegur karena Merokok Pakai Seragam, Oknum Siswa Serta Keluarga Keroyok Guru SD di Balikpapan Timur

MA juga mempertanyakan tuduhan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya. 

Menurutnya, apabila benar terjadi pemukulan atau penganiayaan, seharusnya laporan dapat segera dibuat ke kantor polisi terdekat dengan disertai bukti seperti hasil visum, foto, rekaman, maupun keterangan saksi.

Ia menilai tindakan mendatangi rumahnya secara beramai-ramai hingga berujung dugaan pengeroyokan tidak dapat dibenarkan apabila memang ada dugaan tindak pidana yang dilakukan dirinya.

MA kembali menegaskan bahwa dirinya tidak merasa pernah melakukan penganiayaan ataupun pemukulan terhadap pelajar tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: