Pemerintah Daerah Diminta Bangun Irigasi
Nomorsatukaltim.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim pemerintah telah mempersiapkan langkah menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi Agustus 2023. Langkah yang dimaksud dengan meminta pemerintah daerah dan masyarakat sekitar agar membuat sistem irigasi atau pengairan-pengairan baru. Menurut Mentan SYL, hal itu perlu dilakukan agar saat musim kemarau tiba, ketersediaan air masih mencukupi kebutuhan terutama untuk sektor pertanian. "Pertama inisiatif menjaga air, menyiapkan air termasuk tidak membuang-buang air," ujar Mentan SYL, dikutip dari Antara, Selasa (12/6/2023). Ia juga berpesan kepada para petani untuk menanam varietas Inpago 13 Fortiz atau padi gogo. Padi itu dinilai mampu beradaptasi bahkan saat musim kering. Mentan SYL berharap setiap provinsi di Indonesia mulai menanami padi jenis tersebut. Dengan begitu, pasokan pangan Tanah Air dapat terjaga meski dilanda El Nino. "Jadi meski El Nino, kita sudah siap menghadapi atau mengantisipasinya apabila sudah menerapkan langkah-langkah tersebut," ujarnya. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura juga telah menyusun langkah adaptasi dan antisipasi lain untuk menghadapi El Nino. Salah satunya optimalisasi pelaksanaan program Kampung Hortikultura, Penumbuhan UMKM Hortikultura, dan Modernisasi Hortikultura. "Kami melakukan percepatan penyediaan 68 juta benih di 33 provinsi, percepatan penanaman kawasan bawang dan cabai, pelaksanaan P2L, sosialisasi DPI, hingga penyediaan screen house. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produksi agar tetap stabil," ujar Jekvy dalam keterangan tertulisnya. Ia menjelaskan perubahan iklim juga dapat memicu serangan hama dan penyakit tanaman hortikultura. Karena itu, penting untuk menyiapkan langkah-langkah kebijakan untuk menghadirkan solusi penanganan OPT secara efektif. "Kami memberi informasi ke champion, seperti analisis kondisi tanaman, pertanian ramah lingkungan, dan penggunaan benih berkualitas. Selain itu, kami juga lakukan surveillance untuk menemukan solusi penanganan OPT yang paling tepat," jelasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
