Bankaltimtara

Indonesia Masih di Puncak Bonus Demografi, 201 Juta Penduduk Berada di Usia Produktif

Indonesia Masih di Puncak Bonus Demografi, 201 Juta Penduduk Berada di Usia Produktif

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi saat memaparkan jumlah penduduk Indonesia 2026 dan proporsinya.-(Ist./ Dok. Kemendagri)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Indonesia saat ini masih dalam posisi menikmati bonus demografi dengan mayoritas penduduk berada pada usia produktif. 

Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I 2026, sebanyak 201.060.449 jiwa atau 69,30 persen dari total penduduk nasional berada dalam kelompok usia 15–64 tahun.

Data yang dirilis Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjukkan kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Paparan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, dalam Rakornas Dukcapil sekaligus peluncuran DKB Semester I 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026). Kegiatan itu dibuka oleh Menteri Dalam Negeri,  Tito Karnavian.

BACA JUGA: Bonus Demografi Jadi Tantangan, Dispora Kaltim Dorong Pemuda Keluar dari Zona Nyaman

BACA JUGA: Agusriansyah Sebut Kaltim Butuh Kebijakan Strategis untuk Jawab Bonus Demografi

Berdasarkan DKB Semester I 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 290.125.073 jiwa. Dari jumlah tersebut, 201.060.449 jiwa merupakan penduduk usia produktif atau sekitar 69,30 persen dari total populasi.

Sementara itu, penduduk usia 0–14 tahun tercatat sebanyak 65.964.460 jiwa atau 22,74 persen. Sedangkan kelompok lanjut usia (65 tahun ke atas) mencapai 23.100.164 jiwa atau 7,96 persen.

"Komposisi penduduk ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menikmati bonus demografi. Hampir tujuh dari sepuluh penduduk berada pada usia produktif. Ini merupakan modal pembangunan yang sangat besar dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," beber Teguh.

Teguh mengatakan bonus demografi merupakan peluang strategis yang hanya terjadi sekali dalam perjalanan suatu bangsa. Karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan penduduk usia produktif memiliki kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan persaingan global.

BACA JUGA: Kutai Barat Catat 188.163 Jiwa pada Semester I 2025, Pertumbuhan Penduduk Naik 0,85 Persen

BACA JUGA: Mobilitas Penduduk Tinggi, Disdukcapil Balikpapan Kejar Digitalisasi

"Momentum ini tidak boleh terbuang. Kita harus memastikan penduduk usia produktif memiliki pendidikan yang baik, keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehat, produktif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan begitu bonus demografi benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional," kata Teguh.

Ia menjelaskan tingginya proporsi penduduk usia produktif akan memberikan dampak positif apabila diikuti peningkatan produktivitas tenaga kerja, investasi, inovasi, dan kewirausahaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: dukcapil