Bankaltimtara

Pertumbuhan Ekonomi PPU Melandai, Imbas Melambatnya Proyek Pembangunan di IKN

Pertumbuhan Ekonomi PPU Melandai, Imbas Melambatnya Proyek Pembangunan di IKN

Suasana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). -istimewa-dok. Otorita IKN

PPU, NOMORSATUKALTIM - Pertumbuhan ekonomi di PPU tercatat mengalami perlambatan signifikan pada 2025 dan triwulan pertama (TW I) 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (PPU) Kabupaten PPU, Suko Haryono, mengatakan seluruh indikator makro ekonomi yang dihitung masih mencakup wilayah Benuo Taka secara umum. Termasuk Kecamatan Sepaku, wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Berdasarkan tren historis PPU, pembangunan masif IKN yang dimulai sejak 2022 sempat mendongkrak perekonomian daerah hingga menyentuh angka dobel digit. 

Namun, pasca puncak konstruksi pada 2024, grafik pertumbuhan mulai menunjukkan penurunan. 

Hal ini terjadi seiring meredanya puncak aktivitas pembangunan fisik tahap pertama di IKN.

BACA JUGA:Hadapi Arus Demografi IKN, LPAP Desak Penerbitan Perda dan Kamus Digital Bahasa Paser

Pada 2022, ekonomi PPU tumbuh sebesar 14,49 persen, yang merupakan tahap awal masifnya pembangunan IKN. 

Kemudian, meningkat tajam menjadi 29,40 persen pada 2023 dan 2024 mencapai 30,68 persen.

"Setelahnya pada 2025 pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 6,52 persen. Triwulan satu 2026 Januari hingga Maret di angka 4,13 persen," kata Suko, Rabu 8 Juli 2026.

Ia bilang, perekonomian PPU diibaratkan seperti sebuah kue. Di mana sektor konstruksi memegang porsi atau share terbesar, yakni mencapai 50 persen. 

BACA JUGA:Sekolah Nasional Terintegrasi Segera Dibangun di Babulu, Siap Berbagi Ruang dengan Kegiatan Pramuka

Jatuh bangunnya sektor ini sangat memengaruhi total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten PPU.

"Semenjak ada IKN, Alhamdulillah itu cukup mendorong secara masif dan signifikan ekonomi kita, khususnya di sektor konstruksi." 

"Pada 2024, source of growth (sumber pertumbuhan, Red) dari konstruksi menyumbang 27,17 persen dari total pertumbuhan 30,68 persen," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: