Bankaltimtara

Juara Covid

Juara Covid

Masalahnya Trump ini lagi stres. Di semua jajak pendapat, ia kalah dari Joe Biden. Apalagi, opini setelah debat capres kemarin menjadikannya bulan-bulanan.

Tapi, itu gambaran di media mainstream. Atau di medsos –yang bisa direkayasa itu. Dulu pun Hillary Clinton juga diunggulkan. Bahkan unggul beneran. Toh kalah di capaian jumlah kemenangan dapil.

Apalagi, Trump sendiri ternyata mengajarkan sebaliknya. Menurut Trump, ia-lah yang memenangkan debat itu. Demikian juga, katanya, hasil jajak pendapat yang khusus memonitor debat itu.

Ya sudah. Di Indonesia sendiri ada juga pembaca yang yakin Trump menang. Terutama pembaca Indonesia yang percaya tukang ramal sekelas Wirang Birawa.

Kini Trump harus istirahat dari kerumunan. Padahal, itu yang ia banggakan. Ia biasa sampai mengabaikan protokol: kerumunan itu berbahaya. Bahkan, ia mengejek Biden. Yang kampanyenya sepi.

Ketika Biden beralasan itu justru yang benar, Trump menukas dengan sinis: itu karena tidak laku. Beda dengan dirinya. Yang terus dielu-elukan massa.

Hicks sendiri barangkali bisa segera pilih. Bukan karena sangat cantik dan atraktif, tapi umurnya baru 31 tahun. Dia juga terlihat pandai menjaga badan.

Waktu masih tinggal di tempat kelahirannyi di Connecticut, Hicks juga tinggal di Manhattan. Pulang pergi. Itu karena Hicks bekerja di Manhattan. Yakni di Gedung Trump. Menjadi staf di perusahaan milik Trump: Trump Organization.

Hicks mulai bekerja di situ pada 2015. Yakni, saat Hicks berumur 25 tahun. Hari itu, di kantornya itu, ”Trump melihat saya,” ujar Hicks.

Setelah melihat itu, Trump langsung mengatakan: saya ada pikiran untuk maju sebagai calon presiden. ”Dan Anda akan menjadi sekretaris pers saya,” ujar Trump seperti yang dikatakan Hicks ke media di Amerika.

Yang terbaru –dan ini tidak untuk mengganggu ketenangan Trump– ia terpilih sebagai juara yang kurang baik. Yakni, sebagai kepala negara yang terbanyak melakukan kesalahan informasi di bidang Covid-19.

Ternyata ada universitas terkemuka yang menjurnal pemberitaan tentang Covid-19 di media berbahasa Inggris di semua negara. Terdapat 38 juta berita yang tidak benar tentang Covid-19. Dari 38 juta itu, 38 persen bersumber dari keterangan Trump.

Yang terbanyak adalah soal injeksi disinfektan, lebih ringan dari flu, dan penggunaan obat flu untuk Covid-19. (Dahlan Iskan)

sumber: disway.id

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: