MBG Tetap Disalurkan Selama Bulan Puasa
Wali Kota Bontang Agus Haris saat mencoba MBG di SDN 010 Bontang Selatan.-Michael Fredy Yacob-
Langkah ini diambil agar program MBG tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberi dampak positif bagi anak-anak. Sekaligus tetap menghormati suasana Ramadan.
BACA JUGA: Baru Tahun Depan Jalan Kampung Timur Dicor, Dinas PUPR Sebut Tunggu APBD Bontang Normal
Pun sebelum Ramadan, politisi Gerindra ini meninjau langsung pendistribusian MBG ini ke sekolah-sekolah.
Salah satunya yang dilakukan, Jumat, 13 Februari 2026, kemarin. Agus Haris mendatangi dua sekolah dasar: SDN 010 dan SDN 003 Bontang Selatan.
Bahkan, ia mencoba langsung makanan tersebut bersama anak-anak di sekolah tersebut. Tujuannya, untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik ini aman.
Layak konsumsi dan memenuhi standar gizi.
BACA JUGA: Potret Kelam Narkoba di Bontang, Seorang Anak 15 Tahun Kecanduan Sabu
Menurutnya, ketepatan waktu dan kualitas menjadi dua hal mendasar dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami harus memastikan makanan sampai tepat waktu dan layak untuk dimakan. Tidak ada yang terkesan basi. Apalagi sampai ada ulat,” tegasnya.
Ia menilai, rantai distribusi yang panjang berpotensi menurunkan mutu makanan jika tidak diawasi secara ketat. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Haris memberi perhatian khusus pada kualitas bahan baku. Ia menegaskan bahwa standar gizi yang disusun oleh ahli gizi tidak akan optimal apabila bahan makanan yang digunakan tidak dalam kondisi segar.
BACA JUGA:Sejumlah Personel Positif Narkoba, BNN Bakal Pantau Ketat Disdamkartan Bontang
Ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepala dapur, dan tenaga ahli gizi disiplin dalam pengadaan serta pengolahan bahan makanan.
Sayuran, tempe, tahu, ayam, dan lauk lainnya harus dipastikan dalam kondisi baru saat diolah.
“Tidak boleh disimpan sampai tiga hari. Paling lama dua hari. Kalau beli hari ini, langsung diproses. Besok terakhir harus sudah habis. Penyimpanan harus kosong, lalu belanja lagi untuk kebutuhan berikutnya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

