BACA JUGA: SPS Kaltim Audiensi dengan Gubernur dan Kajati Kaltim, Soroti Peran Pers di Era Media Sosial
“Kemampuan media menampilkan informasi yang benar, terverifikasi, dan berimbang menuntun publik dalam mengambil keputusan yang tepat,” jelasnya.
Januar berharap Dialog Media yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 SPS dapat melahirkan gagasan untuk menjawab berbagai persoalan industri pers.
Forum tersebut juga diharapkan memperkuat organisasi dan mendorong kontribusi perusahaan pers bagi kehidupan demokrasi.
“Semoga dialog media pagi ini melahirkan gagasan-gagasan terbaik bagi kemajuan SPS, kemerdekaan pers Indonesia, dan masa depan bangsa,” ungkapnya.
BACA JUGA: Listyo Sigit Jadi Tersangka Bersama 2 Jenderal, Diduga Melakukan Penyadapan Terhadap Presiden
Ia menyebut SPS saat ini menaungi sekitar 600 perusahaan pers yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan sebagian besar anggotanya berasal dari media cetak.
Sementara itu, SPS Provinsi Kaltim saat ini menaungi 29 perusahaan pers. Jumlah tersebut menjadi bagian dari jaringan organisasi perusahaan pers yang selama ini berperan dalam perkembangan industri media di daerah.
Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra, menyambut baik pelaksanaan HUT SPS di Kaltim.
Dia menyebut daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari batu bara, minyak bumi, hingga berbagai potensi lainnya.
"Kita butuh dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perusahaan pers. Media memiliki ruang untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan daerah sekaligus mendukung penyebarluasan berbagai agenda pembangunan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading, Deputi Perencanaan I Pertanahan OIKN Mia Amalia, Sekretaris Jenderal SPS Asmono Wikan, serta Kabid Anggota dan Pendidikan Anggota Dewan Pers Dahlan Dahi.
Ketua SPS Provinsi Kaltim Ajid Kurniawan juga hadir bersama jajaran pengurus dan anggota. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan perusahaan pers yang membahas dinamika media dan pembangunan di tengah perkembangan Kaltim serta kehadiran IKN.