PASER, NOMORSATUKALTIM – Tingginya minat masyarakat terhadap industri kopi mendorong Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, membekali pelatihan dan sertifikasi barista sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Dari total 60 orang yang mendaftar, sebanyak 30 peserta mendapat kesempatan mengikuti program tersebut karena keterbatasan kuota.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Knufa Coffee, pada Selasa 20 Oktober 2026, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, agar mampu bersaing di tengah berkembangnya usaha kopi dan kuliner.
Kepala Disporapar Paser, Kurniawan, mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat.
Terlebih seiring menjamurnya kafe, angkringan dan berbagai usaha kopi di daerah.
“Melihat pertumbuhan UMKM, seperti kafe dan angkringan anak muda yang marak di Paser, pelatihan barista perlu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat,” kata Kurniawan.
Menurutnya, perkembangan usaha kopi tidak hanya menjadi tren gaya hidup, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
BACA JUGA:Jadi Cabor Pembuka Porprov Kaltim 2026, Sepatu Roda Paser Target Sumbang 10 Emas
Kondisi ini dinilai menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menekuni profesi barista secara lebih profesional.
Kurniawan berharap, melalui pelatihan tersebut, peserta dapat memiliki bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga peluang untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri semakin terbuka.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Paser, Khairuddin, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis sekaligus meningkatkan profesionalisme tenaga kerja di sektor industri kopi.
Menurut Khairuddin, selama ini banyak barista mempelajari keterampilan meracik kopi secara otodidak.
Pengalaman tersebut menjadi modal awal yang baik, tetapi perlu diperkuat melalui pelatihan terarah dan uji kompetensi agar kemampuan yang dimiliki memenuhi standar keahlian.
BACA JUGA:Kemilau Pondong hingga Gunung Boga, Destinasi Wisata Paser Siap Sambut Porprov VIII Kaltim