KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Informasi yang dihimpun langsung dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Melalui tenaga penyuluh, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) berupaya memperoleh gambaran kondisi keluarga sebagai bahan pendukung pelaksanaan program di daerah.
Kepala Bidang Penyuluhan DPPKB Kutim, Yunie mengatakan, penyuluh memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas pada penyampaian informasi mengenai keluarga berencana.
Mereka juga berperan mengumpulkan data dari lapangan yang dibutuhkan instansi dalam menjalankan berbagai kegiatan.
BACA JUGA: Buktikan Adanya Dugaan Pencemaran, DLH Kutim Andalkan Verifikasi Teknis di Lapangan
“Mereka itu ujung tombak di lapangan kami untuk memberikan data, untuk kami mengambil data,” ujar Yunie.
Menurutnya, keberadaan petugas di tengah masyarakat membantu pemerintah memperoleh informasi yang berkaitan dengan kondisi keluarga dan pelaksanaan program.
Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan DPPKB, terutama ketika menentukan langkah yang perlu dilakukan untuk menjangkau kelompok sasaran.
Namun, proses pengumpulan informasi di Kutim memiliki tantangan tersendiri. Wilayah yang luas serta jarak antardesa yang berjauhan membuat penyuluh perlu menyesuaikan waktu dan mobilitas ketika menjalankan tugas.
BACA JUGA: Hujan Mulai Turun, Dinkes Kutim Ingatkan Warga Tetap Waspada ISPA
Dalam kondisi tertentu, seorang petugas juga harus menjangkau beberapa desa sekaligus. DPPKB Kutim saat ini didukung tenaga penyuluh dari BKKBN serta pendamping lokal yang direkrut pemerintah daerah.
Keberadaan mereka diharapkan dapat membantu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, termasuk dalam penyampaian informasi serta pemenuhan kebutuhan data program.
Yunie menilai, dukungan terhadap tenaga lapangan perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berusaha bagaimana mereka memberikan yang terbaik,” katanya.
BACA JUGA: Mahyunadi Tekankan Pembangunan Kutim Harus Berangkat dari Persoalan Masyarakat