Koordinasi antara kepolisian dan unsur lain yang terlibat di lapangan diharapkan dapat mendukung proses penanganan.
Pemantauan secara berkala juga diperlukan untuk mengantisipasi perubahan situasi selama kebakaran berlangsung.
Di sisi lain, masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tidak mendekati titik api karena kondisi kebakaran dapat berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat juga diharapkan segera menyampaikan laporan apabila melihat api menjalar ke area lain. Informasi tersebut dapat membantu petugas mengetahui perkembangan kebakaran dan menentukan langkah yang diperlukan.
BACA JUGA: Pemprov Kaltim Siapkan Rp 14,2 Miliar Tangani Karhutla, Salah Satunya dari Dana Karbon
Bambang mengingatkan warga agar mengutamakan keselamatan serta mengikuti imbauan petugas selama proses penanganan berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak mendekati titik kebakaran, dan segera melaporkan apabila melihat api menjalar ke area lain,” katanya.
Hingga Rabu malam, perkembangan karhutla di kawasan Jalan Guru Besar hingga Jalan Kenyamukan masih menjadi perhatian aparat.
Risiko perluasan api menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi melalui pemantauan dan koordinasi penanganan di lapangan.
BACA JUGA: Polda Kaltim Proses 94 Kasus Karhutla, Kukar dan PPU Paling Banyak
Situasi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi karhutla, terutama ketika kobaran api masih membesar.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kondisi di lokasi dan efektivitas upaya pengendalian yang dilakukan petugas.