3 Hari untuk Memilah Sampah, Begini Tantangan Operasional Insinerator Samarinda

Minggu 11-10-2026,20:02 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Didik Eri Sukianto

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Pengolahan sampah di 10 lokasi insinerator Kota Samarinda tidak hanya bergantung pada kemampuan mesin membakar sampah.

Ketersediaan fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah organik juga menjadi bagian penting dalam mendukung sistem tersebut.

Evaluasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mencatat, sebanyak 750,36 ton sampah telah dibakar selama periode Januari hingga Juli 2026.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar mengatakan, hasil evaluasi tersebut perlu dilihat bersama dengan tahapan pengoperasian mesin.

BACA JUGA: Agenda Dinas Berkurang, Hotel Samarinda Dituntut Cari Pasar Baru

Sepanjang awal tahun, kegiatan di sejumlah lokasi masih mencakup pelatihan operator, uji coba peralatan, dan penyesuaian teknis.

Karena itu, seluruh unit belum beroperasi secara bersamaan sejak Januari. Pengoperasian serentak baru dimulai pada akhir Juni 2026.

Dalam catatan selama 7 bulan tersebut, sepuluh insinerator mengumpulkan total 799 hari kerja.

“Januari sampai Juni itu kita masih proses training, proses uji coba mesin dan sebagainya,” ungkap Taufiq, Minggu, 11 Oktober 2026.

BACA JUGA: DPRD Usul 2 Kelurahan Samarinda Ulu Masuk Wilayah Pemekaran Samarinda Utara

Salah satu aspek yang dievaluasi adalah kesesuaian sampah dengan kebutuhan proses pembakaran. Mesin dirancang mampu membakar sekitar delapan ton sampah per hari dengan waktu operasi 8 jam.

Namun, sebelum masuk ke tahap tersebut, sampah yang diterima harus dipisahkan berdasarkan jenis dan karakteristik materialnya.

Sampah yang masih tercampur membuat petugas perlu melakukan pemilahan terlebih dahulu. Waktu yang dibutuhkan tidak selalu singkat.

Dalam kondisi tertentu, kegiatan memilah sampah dapat berlangsung hingga 3 hari sebelum pembakaran dilakukan. “Jadi kami belum bisa membakar. Tiga hari itu kami hanya memilah dulu,” jelasnya.

BACA JUGA: Kurangi Beban TPA Sambutan, DPRD Dorong Integrasi TPS dan Insinerator

Kategori :