Menurutnya, pengelola hotel juga perlu mencari peluang dari segmen pengunjung lain agar kegiatan usaha tidak hanya bergantung pada rapat atau acara yang dibiayai pemerintah.
Ia mendorong Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama pengelola hotel untuk lebih aktif memperkenalkan Samarinda kepada calon pengunjung dari luar daerah.
BACA JUGA:Bupati Sambangi Kemenhub, Usulkan Pengadaan Bus Sekolah hingga Pengembangan Trans Berau
Promosi diperlukan agar orang datang ke ibu kota Kalimantan Timur tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari urusan bisnis hingga kegiatan lainnya.
“Hotel tidak bisa hanya menunggu kegiatan pemerintah. Pengelola perlu melihat peluang lain dan lebih aktif memperkenalkan fasilitas yang dimiliki kepada masyarakat di luar Samarinda,” ungkap Helmi.
Promosi, menurut Helmi, dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas pasar perhotelan.
Pengunjung dari luar daerah berpotensi membutuhkan tempat menginap ketika melakukan perjalanan bisnis, menghadiri kegiatan, atau memiliki kepentingan lain di Samarinda.
Karena itu, ia berharap PHRI dapat mengambil peran dalam mendorong promosi bersama para pelaku usaha.
Upaya tersebut diharapkan membuat Samarinda semakin dikenal sebagai tujuan kunjungan, sekaligus membuka kesempatan bagi hotel untuk menjangkau calon tamu yang lebih beragam.
BACA JUGA:Sangatta Selatan Bidik Pengembangan UMKM Berbasis Produk Lokal
“Kami berharap PHRI dan pengelola hotel lebih aktif mempromosikan Samarinda agar orang dari luar daerah tertarik datang dan menginap di sini. Potensi kunjungan itu perlu dijemput melalui promosi yang lebih luas,” ujarnya.
Helmi juga berharap pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat melihat persoalan ini dari sisi yang saling berkaitan.
Kegiatan pemerintahan memang dapat memberi peluang bagi hotel, tetapi promosi dan upaya menarik pengunjung dari luar daerah tetap diperlukan untuk memperluas sumber pendapatan.
Dengan demikian, pemulihan kegiatan pemerintah dan penguatan promosi daerah diharapkan dapat berjalan beriringan.
Helmi berharap sektor perhotelan Samarinda memiliki peluang pasar yang lebih luas, sehingga aktivitas usaha tidak semata-mata bergantung pada agenda kedinasan.