BERAU, NOMORSATUKALTIM – Fenomena kabut asap kembali menyelimuti langit Bumi Batiwakkal. Asap tersebut dipastikan merupakan asap kiriman.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade Heryadi, menjelaskan hal itu.
Berdasarkan analisis terhadap sebaran titik panas (hotspot), serta pola pergerakan angin yang bertiup dari arah selatan dan barat daya, kabut asap di Berau diduga kuat telah bercampur.
Antara asap lokal, kiriman dari wilayah Kaltim lainnya, hingga kiriman dari wilayah Kalteng.
BACA JUGA:Berau Tempati Posisi Keempat Hotspot Terbanyak di Kaltim
Ade memaparkan, saat ini kecepatan angin permukaan di wilayah Berau terpantau cukup lemah. Yakni berada di kisaran 0 hingga 9 kilometer per jam.
Kondisi angin yang relatif tenang ini membuat partikel asap cenderung tertahan dan bertahan lebih lama di atmosfer wilayah setempat.
BACA JUGA:Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Warung Sembako di Sambaliung Berau Rusak Berat
Berdasarkan pantauan data satelit terkait sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi, tercatat ada sebanyak 32 kasus hotspot di wilayah Kabupaten Berau.
Jumlah tersebut menempatkan Berau pada urutan kelima sebagai daerah dengan hotspot terbanyak di Kalimantan Timur.
Sementara itu, wilayah di Kaltim yang menduduki urutan pertama dengan titik panas terbanyak adalah Kabupaten Paser dengan 325 titik hotspot, disusul Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 249 titik, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebanyak 141 titik, dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sebanyak 47 titik.
BACA JUGA:Polres Berau Tetapkan 9 Tersangka Kasus Karhutla, Selidiki Keterlibatan Korporasi
BACA JUGA:Berau Coal Sabet Tiga Penghargaan PDB Awards
Pihak BMKG Berau terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara secara berkala.
Serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat kabut asap.