Azrul Ananda: Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Sabtu 03-10-2026,12:50 WIB
Editor : Baharunsyah

Atau, ini yang paling gampang: Minimal berusia 18 tahun. Pokoknya usia 18 tahun, dan dianggap mampu mengikuti mata pelajaran, dia akan diterima.

Bagi siswa internasional, syarat tambahannya adalah bukti kemampuan membayar dan nilai TOEFL yang mumpuni. Waktu itu, nilai minimal TOEFL hanya 450. Dengan bangga saya bisa bilang, nilai saya waktu itu sudah 580. Sebenarnya sudah cukup untuk universitas papan atas. He he he...

Untuk biaya benar-benar sangat terjangkau. Warga California bisa kuliah penuh dengan membayar hanya USD 1.000-an setahun. Bagi murid luar California dan internasional tentu lebih mahal, tapi tetap jauh lebih murah dari universitas pada umumnya.

Karena segala kemudahan itulah, juco menjadi "jembatan" penting untuk banyak orang. Andai tidak lanjut ke universitas, seseorang bisa mendapatkan gelar Associate Degree dari juco. Itu gelar sarjana pendidikan tinggi dua tahun di Amerika.

Kalau dia mau lanjut ke gelar Bachelor atau S1, dia hanya tinggal menambah dua tahun lagi di universitas mana pun. Bila nilainya bagus, tidak tertutup kemungkinan bagi dia untuk diterima di universitas papan atas Amerika.

Ada banyak anak Amerika yang tidak lulus SMA, tapi kemudian dapat nilai bagus di juco, lalu mendapatkan beasiswa di universitas!

Kebijakan orang tidak boleh kehilangan hak mendapatkan pendidikan benar-benar ada wujudnya. Sampai tingkat perguruan tinggi.

Tak heran bila banyak orang memilih jalur ini. Tak heran pula bila banyak siswa internasional juga memilih jalur lewat juco ini.

***

Melompati SMA akhirnya benar-benar jadi solusi buat perjalanan akademik saya. Nilai TOEFL saya jauh di atas cukup. Tes kemampuan juga aman. Hanya tinggal masalah timing.

Pada akhir 1994 dan beberapa bulan awal 1995, saya mengikuti anjuran. Saya mengambil sekolah bahasa Inggris dulu. Hitung-hitung sambil mematangkan lagi bahasa Inggris saya. 

Kebanyakan "teman-teman" saya di sekolah bahasa itu adalah calon-calon mahasiswa S2. Datang dari berbagai negara di dunia. Asia, Afrika, dan Eropa. Kadang ada yang dari Indonesia, termasuk yang dikirim oleh instansi-instansi BUMN untuk sekolah S2 di Amerika.

Antara 1994-1995, total sekitar enam bulan saya sekolah bahasa di Sacramento. Di usia 17 tahun, dengan teman-teman sekelas yang kebanyakan usia di atas 25 tahun. Bahkan banyak sudah 30-an dan dari kalangan profesional. Dari berbagai negara di dunia.

Jadi, setelah SMA setahun di Ellinwood, praktis saya "tidak sekolah formal" antara 1994 dan 1995. Tapi dapat pengalaman "sekolah" yang unik. Dapat banyak teman dari berbagai negara, dan banyak belajar dari pengalaman-pengalaman mereka. 

 

Plus, sekolah bahasa saya lokasinya di dalam universitas beneran. Di kampus California State University Sacramento. Jadi, sehari-hari saya sudah melebur dengan mahasiswa-mahasiswa di sana. Sudah seperti mahasiswa.

Kategori :