KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemkab Kutim mulai menyiapkan opsi untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian menghadapi potensi musim kemarau berkepanjangan.
Salah satu alternatif yang tengah dipertimbangkan ialah penggunaan pompa air bertenaga surya, untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan perubahan kondisi cuaca perlu diantisipasi sejak awal, terutama terhadap ketersediaan air bagi petani.
Menurutnya, persoalan pengairan dapat berdampak langsung terhadap keberhasilan produksi apabila kemarau berlangsung dalam waktu lama.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kegiatan pertanian sangat bergantung pada kecukupan sumber air.
Ketika debit air menurun, petani berpotensi mengalami kesulitan mempertahankan pola tanam yang telah direncanakan.
Mahyunadi menyebut ancaman El Nino menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam penyusunan strategi pertanian daerah.
Fenomena tersebut dapat menyebabkan periode kering lebih panjang sehingga sumber air untuk lahan pertanian harus dikelola secara lebih optimal.
“Kalau memang El Nino kita tidak bisa paksakan, mau ambil air dari mana kalau kita mau paksakan” kata Mahyunadi belum lama ini.
Sebagai langkah antisipasi, pompanisasi dengan memanfaatkan energi matahari dinilai dapat menjadi salah satu pilihan.
Sistem tersebut memungkinkan pengoperasian pompa menggunakan panel surya, sehingga kebutuhan energi tidak sepenuhnya bergantung pada sumber listrik konvensional.
Namun, pemerintah daerah belum menetapkan teknologi tersebut sebagai program yang langsung diterapkan.
Kajian diperlukan untuk memastikan sistem yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi geografis, kebutuhan petani, serta kemampuan pembiayaan daerah.
Perhitungan juga akan mencakup biaya pembangunan dan operasional, kapasitas pompa, kebutuhan panel surya, hingga luas lahan yang dapat dilayani.