SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengusulkan pemerintah memetakan sekolah dan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba.
Dorongan tersebut disampaikan setelah muncul temuan sejumlah pelajar yang diduga menyalahgunakan narkotika.
Sehingga pemerintah dinilai perlu memperkuat langkah pencegahan berdasarkan kondisi dan karakteristik masing-masing lingkungan sekolah.
Latisi mengatakan, temuan kasus di lingkungan pelajar harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk melihat persoalan penyalahgunaan narkoba secara lebih luas.
BACA JUGA:Air Baku PDAM Tertekan El Nino, Wawali Samarinda Minta Pantau Ketat Intrusi Air Laut
Menurutnya, pemerintah perlu memiliki data yang menggambarkan sekolah dan wilayah dengan potensi kerawanan lebih tinggi.
Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan bentuk intervensi pencegahan yang sesuai.
“Tentunya harus ada pemetaan, sekolah-sekolah mana yang dianggap rawan. Jangan sampai semua sekolah diberikan pola penanganan yang sama, sementara tingkat kerawanannya berbeda,” ujar Latisi, Kamis 27 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, sekolah yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi membutuhkan perhatian lebih intensif dibandingkan lingkungan yang memiliki risiko lebih rendah.
Program pencegahan dapat dilakukan melalui sosialisasi, edukasi hingga pendampingan.
Serta pengawasan yang dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan pihak sekolah dan instansi terkait.
Latisi menilai pendekatan tersebut akan membuat upaya pencegahan lebih terarah karena pemerintah dapat menentukan prioritas berdasarkan data dan kondisi yang ditemukan di lapangan.
BACA JUGA:Pemkot Samarinda Sebut Lima SPBU Bermasalah dengan Antrean Biosolar
“Sekolah yang memang masuk kategori rawan harus mendapatkan perhatian lebih."
"Program pencegahannya bisa dibuat lebih rutin dan melibatkan instansi terkait,” jelasnya.