SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada Juli 2026 mencapai 3,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,59.
Dari empat kabupaten/kota yang menjadi cakupan IHK, Kota Samarinda mencatat inflasi tertinggi, sedangkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi wilayah dengan inflasi terendah.
Berdasarkan rilis BPS Kaltim, pada 3 Agustus 2026, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,77 persen dengan IHK 112,64.
Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat inflasi terendah sebesar 2,34 persen dengan IHK 112,34.
BACA JUGA: Program MBG Sedot Anggaran Rp101,1 Triliun pada Triwulan II 2026
BACA JUGA: Kemendagri: Pemerintah Pusat Masih Tunggak DBH Rp70,2 Triliun ke 413 Daerah
Secara bulanan (month to month atau m-to-m), Kalimantan Timur mengalami inflasi sebesar 0,18 persen pada Juli 2026. Adapun inflasi tahun kalender (year to date atau y-to-d) hingga Juli 2026 tercatat sebesar 2,54 persen.
BPS mengungkap, kenaikan inflasi tahunan dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi sebesar 10,16 persen, disusul transportasi sebesar 9,83 persen.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 2,77 persen, kelompok kesehatan 2,19 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,15 persen.
BACA JUGA: Harga BBM di Kaltim, 1 Agustus 2026, Pertamax dan Pertamax Turbo Turun
BACA JUGA: Menkeu Purbaya Pastikan Kenaikan Tukin TNI-Kemhan Tak Bebani Defisit APBN 2026
Berikutnya penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,77 persen, pendidikan 1,53 persen, pakaian dan alas kaki 0,68 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,49 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,23 persen.
Di sisi lain, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,48 persen secara tahunan.
Transportasi Kontributor Utama Inflasi
BPS mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan Kalimantan Timur dengan andil sebesar 1,28 poin persentase.