KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Kak Seto hadir pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kutim.
Pria yang memiliki nama lengkap Seto Mulyadi itu menyoroti masih maraknya pernikahan usia dini, yang dinilai dapat menghambat masa depan generasi muda.
Kak Seto menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri peringatan HAN bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu 26 Juli 2026.
Menurutnya, remaja seharusnya memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mengejar cita-cita sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
BACA JUGA:Tiga Pria Pengedar Sabu di Sandaran Diciduk, Polisi Sita 23 Paket Sabu Siap Edar
Ia menilai masa remaja merupakan fase yang menentukan dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.
Pada periode itu, anak memiliki peluang besar untuk meningkatkan kemampuan berpikir, berkreasi, hingga berinovasi apabila mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya.
“Remaja adalah calon penggenggam masa depan gemilang Indonesia. Mereka memiliki kecerdasan, kreativitas, inovasi, dan potensi besar yang harus terus dikembangkan,” ujar Kak Seto.
Menurutnya, potensi tersebut bisa terhambat apabila remaja menikah sebelum memiliki kesiapan yang memadai.
Selain kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikan, mereka juga dihadapkan pada tanggung jawab yang belum tentu mampu dijalankan dengan baik.
“Kalau masa remaja terhenti karena pernikahan dini, mereka belum siap secara fisik, belum siap secara mental, dan terutama belum siap secara ekonomi,” katanya.
BACA JUGA:Jam Belajar Sekolah Negeri di Kutim Ditambah Sejam untuk Belajar Agama
Kak Seto menjelaskan, ketidaksiapan itu kerap menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan dalam rumah tangga.
Kondisi emosional yang belum matang membuat pasangan muda lebih rentan menghadapi konflik dan kesulitan menyelesaikan masalah bersama.
Ia menambahkan, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga terhadap anak yang lahir dari keluarga yang belum siap.