BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Semangat berlatih tak selalu sejalan dengan ketersediaan fasilitas. Bagi komunitas bola voli di Balikpapan, persoalan terbesar justru bukan minimnya pemain, melainkan sulitnya mengakses lapangan yang representatif dengan biaya yang terjangkau.
Kondisi tersebut mencuat dalam dialog antara Anggota DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung dan Paguyuban Club Bola Voli Balikpapan.
Adapun, sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari keterbatasan lapangan voli indoor maupun outdoor, tata kelola penyelenggaraan turnamen, hingga kebutuhan wasit yang dinilai masih perlu diperkuat.
Wahyullah menyebut, pembahasan itu berangkat dari keinginan memastikan ruang-ruang olahraga di Balikpapan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan membina prestasi.
BACA JUGA: Sejarah! Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 usai Bungkam Korea Selatan
BACA JUGA: Timnas Voli Putra Indonesia Bertengger di Peringkat 49 Dunia usai Juarai SEA V League 2025
"Berangkat dari pemanfaatan ruang olahraga untuk warga Balikpapan, kita harus memastikan fasilitas yang ada representatif untuk dibuatkan kegiatan-kegiatan olahraga," ujarnya, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menerangkan, komunitas bola voli menjadi kelompok pertama yang diajak berdiskusi karena memiliki kedekatan dengan para pegiat olahraga tersebut.
Dari dialog itu, salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah kebutuhan lapangan latihan yang layak.
Menurut komunitas, keberadaan lapangan indoor maupun outdoor yang representatif menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga rutinitas latihan sekaligus mendukung pembinaan atlet.
BACA JUGA: Wakili Indonesia, Tiga Putra Kaltim Melaju ke Kejuaraan Voli Asia di Thailand
BACA JUGA: THB Porprov 2026 Belum Jelas, Balap Sepeda Kukar Tetap Genjot Persiapan
Selain jumlah fasilitas yang dinilai belum memadai, biaya sewa lapangan juga menjadi perhatian.
Komunitas berharap tersedia tempat latihan dengan tarif yang lebih terjangkau sehingga klub-klub lokal dapat berlatih secara rutin tanpa terbebani biaya operasional yang tinggi.
Persoalan lain yang turut dibahas ialah tata kelola penyelenggaraan event bola voli dan peningkatan kualitas perangkat pertandingan, termasuk wasit.