“Kami mengusulkan kenaikan bonus karena melihat langsung perjuangan atlet. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi untuk berlatih dan bertanding,” kata Alsiyus.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Ekuador Kejutkan Jerman 2-1, Lolos ke 32 Besar
Menurutnya, bonus yang layak bukan hanya penghargaan, tetapi juga investasi untuk masa depan olahraga Kubar.
Atlet yang merasa dihargai diyakini akan lebih termotivasi meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi.
“Prestasi itu perlu perhatian. Kami ingin atlet Kutai Barat merasa dihargai dan memiliki masa depan yang jelas. Kalau pembinaan dan apresiasi berjalan baik, atlet akan semakin bangga membela daerahnya sendiri,” ujarnya.
Alsiyus menambahkan, KONI saat ini terus melakukan pemetaan kebutuhan fasilitas di berbagai cabang olahraga sebagai persiapan menghadapi Porprov Kaltim 2026.
Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan KONI dapat memperkuat pembinaan olahraga sehingga potensi atlet muda Kutai Barat dapat berkembang dan mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Atlet membutuhkan pembinaan yang baik, pelatih yang kompeten, dan fasilitas yang memadai,” pungkasnya.