Sementara Bupati Kukar menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memetakan kondisi riil perekonomian daerah sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Menurutnya sensus ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali tersebut akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah, termasuk perkembangan berbagai sektor usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Melalui sensus ini kita bisa mengetahui kondisi dan struktur perekonomian daerah secara lebih akurat. Data yang dihasilkan sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah,” ucap Aulia.
Ia menyebut hasil sensus nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya di sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.