Wabup Berau Harap Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Bisa Dilanjutkan

Minggu 10-05-2026,12:33 WIB
Reporter : Maulidia Azwini
Editor : Baharunsyah

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Wacana pembangunan jaringan Kereta Api Trans Kalimantan kembali mencuat sebagai salah satu proyek strategis yang digadang-gadang mampu memperkuat konektivitas antar wilayah di Pulau Kalimantan. 

Jalur rel sepanjang 2.772 kilometer itu direncanakan akan menghubungkan wilayah utara, timur, selatan, tengah hingga barat Kalimantan. 

Tujuannya menekan biaya logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. 

Meski memiliki potensi besar, hingga kini pemerintah belum menetapkan target pasti pembangunan proyek strategis tersebut. 

BACA JUGA:Disbudpar Berau Bidik Event Lari Jadi Magnet Promosi Wisata Baru

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengingatkan agar rencana pembangunan kereta api di Kalimantan tidak kembali menjadi wacana panjang tanpa kepastian realisasi. 

Menurut Gamalis, pembahasan terkait jaringan rel kereta api di Kalimantan sejatinya sudah berlangsung sejak lama. Bahkan sejak era kepemimpinan mantan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak. 

“Kereta api ini sebetulnya kalau kita lihat, wacana ini sudah ada sejak zamannya Pak Awang Faroek. Bahkan waktu itu sudah menyekolahkan anak-anak Kalimantan Timur ke Rusia untuk belajar bidang perkeretaapian,” ujar Gamalis, Minggu 10 Mei 2026. 

Ia mengungkapkan, langkah tersebut menjadi bagian dari keseriusan pemerintah daerah kala itu, dalam mempersiapkan sumber daya manusia guna mendukung pengembangan transportasi kereta api di Kalimantan. 

Gamalis juga mengaku pernah terlibat langsung dalam agenda pembahasan proyek tersebut. 

Ia turut hadir dalam kunjungan ke Moskow ketika Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan komunikasi dengan pihak Rusia terkait kerja sama pembangunan jaringan rel kereta api di Indonesia. 

“Saya termasuk salah satu orang yang waktu di DPR kemarin hadir di Moskow dalam rangka memberikan kepastian." 

BACA JUGA:Petugas Rutan Tanjung Redeb Temukan Badik hingga Obeng di Dalam Sel Warga Binaan

"Jadi waktu itu ada komunikasi dengan pihak Rusia terkait perkeretaapian di Indonesia,” katanya. 

Menurutnya, dengan berbagai persiapan yang pernah dilakukan, termasuk pengiriman pelajar ke Rusia, proyek tersebut seharusnya sudah dapat bergerak ke tahap pembangunan. 

Kategori :