14 Cabor di PPU Tak Ikut Porprov Kaltim, Diganti Olahraga Populer

Selasa 21-04-2026,15:35 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Baharunsyah

PPU, NOMORSATUKALTIM - Persiapan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, November mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  PPU telah memetakan cabang olahraga (Cabor) yang akan ambil bagian.

Dari 60 cabor yang terdaftar di KONI PPU, diketahui sekira 14 cabor absen. Antara lain, sepakbola; basket; cricket; tenis meja; esport;  squash; sambo; panjat tebing; beladiri; jetski; angkat berat.

Ketua KONI PPU, Arfan, mengatakan sebanyak 14 cabor terpaksa absen dalam pesta olahraga terbesar di Kalimantan Timur tersebut. Hal ini disebabkan kegagalan mereka mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov yang menjadi syarat mutlak kelolosan.

"Dari 60 cabor yang ada, hanya 46 cabor yang siap bertarung di Porprov nanti. Sekitar 14 cabor tidak bisa ikut karena tidak melewati babak kualifikasi," ucapnya, Selasa 21 April 2026.

BACA JUGA:KONI PPU Ajukan Anggaran Belasan Miliar ke Pemkab untuk Persiapan Porprov Kaltim 2026

Absennya belasan cabor tersebut bukan tanpa alasan.

Arfan membeberkan bahwa faktor finansial menjadi penghambat utama. Pada saat pelaksanaan BK Porprov beberapa waktu lalu, banyak cabor yang harus menggunakan dana talangan pribadi karena keterbatasan anggaran dari daerah.

"Masalahnya di anggaran. Kemarin itu masing-masing cabor menggunakan dana talangan sendiri. Ada beberapa cabor yang tidak mampu membiayai keberangkatan mereka ke babak kualifikasi, sehingga otomatis tidak bisa lolos ke Porprov," jelasnya.

BACA JUGA:Afkab Paser Mantapkan Kualitas Wasit Jelang Porprov Kaltim 2026

Beberapa cabor populer yang dipastikan absen di antaranya adalah Tenis, Panjat Tebing, hingga Basket. Arfan menyayangkan kondisi tersebut, namun pihaknya harus realistis dengan regulasi pertandingan yang menetapkan BK sebagai syarat wajib.

Meski jumlah cabor menyusut, KONI PPU tetap memasang target ambisius. 

Mengacu pada hasil menjanjikan di babak kualifikasi, PPU menargetkan posisi empat besar dalam perolehan medali secara keseluruhan.

Optimisme ini didorong oleh perubahan peta kekuatan atlet di Kaltim. Menurut Arfan, banyak atlet berprestasi dari daerah rival seperti Samarinda dan Balikpapan yang kini terbentur aturan usia sehingga tidak bisa lagi bertanding.

Hal ini menjadi peluang bagi atlet muda PPU untuk mendulang emas.

BACA JUGA:Krisis Anggaran Bayangi Target 3 Besar di Porprov, KONI Berau Siap Pangkas Kontingen

Kategori :