KUBAR, NOMORSATUKALTIM – Perayaan Paskah menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Kristiani untuk mengenang kasih dan pengorbanan Yesus Kristus untuk keselamatan umat manusia.
Di tengah dinamika global yang masih diwarnai konflik, nilai-nilai Paskah kembali ditegaskan sebagai sumber harapan dan kedamaian.
Tokoh masyarakat Kutai Barat (Kubar) yang juga mantan Bupati Kubar periode 2006–2016, Ismail Thomas, menilai bahwa makna Paskah tidak sebatas perayaan keagamaan.
Ia menegaskan bahwa Paskah membawa pesan universal tentang keselamatan, pengharapan, serta pentingnya menjaga ketenangan hidup di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
BACA JUGA: Pembangunan Gereja Santo Bonifasius di Mahulu Lanjut Tahap Kedua, Butuh Anggaran Rp 19 Miliar
“Melalui perayaan Paskah ini, Yesus telah membawa keselamatan bagi umat manusia. Oleh sebab itu, kita harapkan, khususnya masyarakat Kubar, dalam keadaan selamat, sejahtera, dan tidak perlu terpengaruh oleh kondisi perang yang terjadi di negara luar,” ujar Ismail Thomas, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, berbagai konflik global yang saat ini terjadi tidak seharusnya memengaruhi stabilitas kehidupan masyarakat di daerah, termasuk di Kutai Barat. Ia mengingatkan bahwa masyarakat perlu menyikapi informasi global secara bijak dan tidak mudah larut dalam kekhawatiran yang berlebihan.
Dalam pandangannya, ketenangan sosial merupakan kunci utama dalam menjaga keharmonisan dan keberlangsungan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga suasana damai di lingkungan masing-masing.
“Situasi global memang penuh tantangan, tetapi kita tidak boleh larut dalam kekhawatiran. Kita harus tetap tenang dan menjaga kehidupan sosial yang harmonis agar daerah kita tetap kondusif,” katanya.
BACA JUGA: Gema Paskah dari Gereja Tertua Balikpapan: Iman, Kasih, dan Seruan Merawat Bumi
Lebih lanjut, Thomas menegaskan bahwa Paskah mengandung pesan kuat tentang harapan dan keselamatan yang selalu hadir bagi umat yang percaya. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting dalam membangun optimisme di tengah berbagai persoalan kehidupan.
“Kita yakin bahwa Tuhan Yesus melindungi daerah kita. Kutai Barat harus tetap menjadi daerah yang aman dan tidak usah risau menghadapi situasi yang berkembang di luar,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dengan bersyukur, masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang serta memiliki semangat untuk terus membangun kebersamaan.