Meski demikian, pihaknya tetap menaruh perhatian pada aspek keselamatan pelayaran, terutama saat melintasi wilayah pesisir yang menjadi area aktivitas nelayan.
Evaluasi jalur pelayaran akan dilakukan untuk meminimalkan potensi risiko.
“Ada beberapa titik seperti di wilayah Kasai yang perlu pengaturan kecepatan, karena banyak nelayan. Ini akan kita petakan agar tetap aman,” ucapnya.
Diketahui, Sadewa Marine dijadwalkan beroperasi secara rutin setiap pekan.
BACA JUGA:Pemkab Berau Terapkan WFA bagi ASN Sebelum Lebaran, Layanan Publik Tetap Jalan
Keberangkatan dari Tarakan dilakukan setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 11.00 Wita, sedangkan dari Berau berangkat setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 09.00 Wita.
Adapun tarif yang dikenakan berkisar Rp280.000 untuk rute Tarakan–Tanjung Batu dan Rp370.000 untuk rute Tarakan–Tanjung Redeb.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyambut baik kehadiran rute baru tersebut.
Ia menilai, konektivitas yang semakin terbuka akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor strategis di daerah.
“Dengan hadirnya rute ini, banyak kemudahan yang kita rasakan. Dari sisi investasi, pariwisata, hingga layanan kesehatan tentu akan sangat terbantu,” ujar Said.
Ia menambahkan, selama ini akses menuju Tarakan relatif cukup rumit karena harus melalui jalur darat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan laut. Kehadiran Sadewa Marine dinilai menjadi solusi yang lebih praktis dan efisien.
BACA JUGA:Bupati Berau Minta Portal Elektronik Diaktifkan Lagi Usai Lebaran
“Dengan adanya rute ini, arus penumpang dan barang ke depan tentu akan semakin lancar, baik dari Berau maupun Tarakan,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Berau juga membuka peluang pengembangan rute lanjutan ke wilayah lain, termasuk kawasan pesisir hingga luar Kalimantan.
Salah satu opsi yang mulai dilirik adalah konektivitas dari pelabuhan Teluk Sulaiman menuju Sulawesi, seperti Tolitoli dan Palu.
Dengan penguatan armada berkapasitas lebih besar, waktu tempuh yang sebelumnya mencapai delapan jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar tiga jam.