“Jarak antar celah pagar juga kami soroti. Jangan terlalu lebar karena berisiko bagi anak-anak. Keselamatan pengunjung adalah hal utama,” ujarnya.
BACA JUGA: Komisi III Soroti Rencana Tambahan Anggaran Rp90 Miliar Proyek Terowongan Samarinda
BACA JUGA: Izin Operasional Terowongan Samarinda Masih Berproses, Dinas PUPR Minta Warga Bersabar
Meski demikian, Deni menilai secara umum pekerjaan di segmen 2, 3, dan 4 sudah sesuai dengan ekspektasi, dengan catatan perbaikan minor yang perlu ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR.
Terkait pemanfaatan kawasan, DPRD Samarinda mendorong agar segmen yang sudah selesai dan resmi diserahterimakan dapat segera dibuka untuk masyarakat.
Menurut Deni, Teras Samarinda dibangun untuk dinikmati publik dan tidak seharusnya dibiarkan lama tanpa pemanfaatan.
“Kami sudah minta ke dinas, ketika pekerjaan selesai dan serah terima dilakukan, harusnya langsung bisa digunakan masyarakat. Harapannya, segmen yang sudah ready ini bisa dibuka jelang Lebaran, supaya bisa menjadi salah satu destinasi wisata warga saat libur Lebaran nanti,” pungkasnya.