PPU, NOMORSATUKALTIM - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU pastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadan aman.
Kepastian ini didapat setelah tim terpadu melakukan monitoring intensif di sejumlah pasar induk dan distributor besar di wilayah PPU.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU, Marlina, mengungkapkan bahwa pantauan menyasar pasar-pasar strategis.
Seperti Pasar Induk Penajam dan Pasar Waru, serta distributor di pelbagai ritel modern.
BACA JUGA:Sekda PPU Tegaskan Kemitraan MBG pada Bahan Mentah, Bukan Menu Jadi
"Alhamdulillah, dari pantauan kami semua kebutuhan pokok tersedia dan distribusinya lancar. Pasokan dari daerah penyuplai seperti Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, hingga Makassar sejauh ini terjadwal dengan baik tanpa hambatan," kata Marlina, Selasa 17 Februari 2026.
BACA JUGA:Mudyat Noor Rotasi 148 Pejabat, Rusli Bergeser, Durajat Definitif Sekretaris Disdikpora PPU
Meski stok umum aman, Marlina mengakui adanya lonjakan harga pada komoditas cabai. Saat ini, harga cabai di tingkat petani sudah menyentuh Rp70.000 per kilogram dan mencapai Rp80.000 per kilogram di pasar.
Faktor cuaca musim hujan menjadi kendala utama produksi di tingkat petani.
Selain faktor cuaca, meningkatnya permintaan sayur-mayur di PPU juga dipengaruhi oleh program makan bergizi (MBG).
"Kami berharap Dinas Pertanian dapat meningkatkan produksi lokal untuk mengimbangi tingginya kebutuhan masyarakat dan mitra program pangan yang ada," tambah dia.
BACA JUGA:Antisipasi Keracunan MBG, SPPG Polres PPU Lakukan Rapid Test dan Uji Sampel Setiap Hari
Terkait minyak goreng, Marlina menegaskan bahwa stok sangat melimpah dengan 48 merek yang beredar di PPU.
Khusus untuk Minyakita subsidi, pemerintah terus melakukan pengawasan harian agar pedagang tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Mengenai gas elpiji 3 kg, Marlina menjelaskan bahwa kuota tahun ini mengalami peningkatan menjadi sekitar 5.400 metrik ton.