2 Anak di PPU Meninggal Dunia Akibat DBD

Jumat 02-01-2026,09:01 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Hariadi

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM – Dua anak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. 

Peristiwa ini terjadi meskipun secara umum jumlah kasus DBD di wilayah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PPU mencatat, pada 2025 terdapat 311 kasus DBD. Jumlah ini turun signifikan dibanding pada 2024 yang angkanya mencapai 1.484 kasus. 

Namun, penurunan jumlah kasus tersebut tetap diiringi dengan adanya korban jiwa.

BACA JUGA: Tekan DBD yang Cenderung Naik, Pemkab PPU Terapkan Program Satu Rumah Satu Jumantik

BACA JUGA: Hingga Oktober 2025, DBD di Kaltim Tembus 3.647 Kasus dengan 11 Orang Meninggal Dunia

"Kalau secara angka dibandingkan 2024 mengalami penurunan kasus, cuma kami kecolongan pada akhir-akhir Desember 2025," kata Pejabat Fungsional Pengelola Penanggulangan DBD dan Malaria Dinkes Kabupaten PPU, Harjito Ponco Waluyo, Kamis (1/1/2026).

Berdasarkan data Dinkes PPU, dari total 311 kasus DBD pada 2025, sebanyak 277 kasus dialami laki-laki dan 84 kasus dialami perempuan. 

Kelompok usia yang paling rentan terpapar DBD berada pada rentang usia di bawah 5 tahun hingga usia produktif 20–45 tahun.

"Meninggal karena DBD itu ada dua orang anak. Masing-masing usia 10 tahun dan 14 tahun," sebut Ponco.

BACA JUGA: Kasus DBD di Bontang Naik, 2 Pasien Meninggal Dunia

BACA JUGA: Kasus DBD di Kubar Menurun, Tapi Dinkes Ingatkan Warga Tetap Siaga

Ponco menjelaskan, korban pertama merupakan anak laki-laki berusia 10 tahun yang berdomisili di Kecamatan Waru. 

Sementara korban kedua adalah anak perempuan berusia 14 tahun dari wilayah Semoi, Kecamatan Sepaku. 

Keduanya diduga meninggal akibat keterlambatan mendapatkan penanganan medis.

Kategori :