Balikpapan, DiswayKaltim.com - Langkah Bank Indonesia memasyarakatkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Balikpapan direspons sangat baik. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan, Kota Minyak tercatat sebagai daerah yang memiliki merchant terbanyak menggunakan QRIS. Dari data BI, ada 11.400 merchant yang sudah bergabung dalam model pembayaran inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat ini. QRIS menjadikan pembayaran non tunai lebih mudah, aman, efisien dan cepat. “Jumlah merchant di Balikpapan paling banyak di Kalimantan. Itu karena Balikpapan kota metropolis dan gaya hidupnya untuk transaksi non tunai juga cukup tinggi,” sebut Bimo, saat menerima jajaran manajemen Disway Kaltim di kantornya Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (5/3) siang. Untuk itu, kata Bimo, pihaknya terus melakukan edukasi penggunaan transaksi non tunai dengan berbagai sistem pembayaran. Bukan hanya QRIS yang lagi digencarkan, tapi juga elektronitifikasi tol juga terus disosialisasikan. “Bank Indonesia juga terus mendorong bagaimana meningkatkan transaksi non tunai dengan program elektronitifikasi,” sebutnya, didampingi Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Thomy Andreas dan Mirnawati. Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Aswin Kosotali menambahkan, Bank Indonesia kini memang sedang gencar mengampanyekan penggunaan QRIS. QR Code standar Indonesia ini merupakan inovasi era keuangan digital yang dikembangkan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). “Yang terbaru dalam transaksi non tunai ada QR, kebetulan minggu ini dan minggu depan akan kita sosialiasikan lagi. Obyek kita adalah merchant. QRIS saat ini semakin luas digunakan,” katanya. QRIS wajib digunakan dalam setiap transaksi pembayaran di Indonesia bagi merchant yang sudah menyediakan QR-Code untuk kanal pembayarannya mulai 1 Januari 2020 lalu. “QRIS diluncurkan oleh Bank Indonesia sebagai langkah awal transformasi digital di sistem pembayaran Indonesia,” jelas Aswin Kosotali. Menurutnya, hadirnya QRIS memungkinkan terjadinya interkoneksi dan interoperabilitas pembayaran melalui standar QR Code. Dengan satu QR-Code yang telah standardisasi QRIS, bisa bertransaksi melalui berbagai aplikasi seperti Ovo, Gopay, Link Aja, Dana, dan lain-lain. “Sebelum adanya QRIS, merchant menyediakan berbagai macam jenis QR, Gopay, Ovo, Linkaja, dan lainnya. Maka, setelah adanya QRIS, merchant hanya perlu menyediakan satu QR yang dapat diakses oleh seluruh aplikasi mobile payment di dalam smartphone yang dimiliki masyarakat Indonesia,” terangnya. (fey/eny)
Balikpapan Paling Banyak Gunakan QRIS
Kamis 05-03-2020,23:28 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 06-07-2026,05:39 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 6 Juli 2026, Sebagian Wilayah Diprediksi Hujan Ringan
Senin 06-07-2026,11:32 WIB
Harga Emas Antam Hari ini 6 Juli 2026 Stagnan, Cek Juga Harga Emas UBS dan Galeri24 di Sini!
Senin 06-07-2026,06:13 WIB
Piala Dunia 2026: 2 Gol Haaland Singkirkan Brasil di Babak 16 Besar, Norwegia Lolos ke Perempat Final
Senin 06-07-2026,06:43 WIB
Shopee Permudah Belanja Kebutuhan Harian dengan Belanja Instant 1 Jam Tiba
Minggu 05-07-2026,23:00 WIB
Dinkes Kaltim: Program KB Jadi Fondasi Membangun Keluarga Sehat
Terkini
Senin 06-07-2026,22:06 WIB
Izin Operasional Ponpes Ibadurrahman Dicabut, TRC PPA Kaltim Harap Pendidikan Para Santri Tidak Dikorbankan
Senin 06-07-2026,21:34 WIB
Terdakwa Penipuan Tiket Pelabuhan Semayang Cuma Divonis 11 Bulan Penjara
Senin 06-07-2026,21:02 WIB
Kesalnya Ibu Korban Kasus Pembunuhan Penjaga Toko Kelontong: Melihat Pelaku Rasanya Mau Cakar!
Senin 06-07-2026,20:34 WIB
Pemkot Balikpapan Pastikan Pendidikan dan Layanan Kesehatan Tak Terdampak Efisiensi
Senin 06-07-2026,20:05 WIB