TANJUNG REDEB, DISWAY – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah II Tarakan, membuat zona karantina kapal batu bara, guna membendung masuknya virus corona ke Kabupaten Berau, melalui Muara Pantai. Lalu, bagaimana antisipasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau? Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi menyatakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, telah siap menangani kasus Pneumonia Corona atau 2019-nCoV. Meskipun tidak memiliki ruang isolasi khusus penanganan virus, namun rumah sakit tipe C itu memiliki dokter spesialis paru yang berkompeten menangani kasus wabah corona. “Tapi rumah sakit memiliki ruang yang dapat dijadikan ruang isolasi. Ruang itu, terpisah dari ruang IGD maupun inap dan layak untuk digunakan,” katanya kepada Disway Berau saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/2). Menjadi kendala saat ini, lanjut Iswahyudi, ketersediaan alat pelindung diri (APD) di RSUD dr Abdul Rivai, kurang memadai dan terbatas jumlahnya. Tetapi, jika dalam kondisi emergency atau darurat, KKP wilayah II Tarakan siap meminjamkan APD untuk penanganan pasien suspect corona. “APD sudah kita ajukan ke Dinkes Provinsi, tapi di sana juga sedang kosong,” ucapnya. Ditanya apakah ada rencana Dinkes membangun ruang khusus isolasi penanganan virus? Dia menjawab, pembangunan ruang isolasi berbicara evidence base, artinya seberapa besar kebutuhannya. Jika kebutuhannya bersifat urgen atau mendesak, akan segera dibangun. Pun sebaliknya, jika tidak mendesak dibutuhkan, pembangunan ruang isolasi harus direncanakan dengan matang seiring akan dibangunnya rumah sakit baru tipe B. Karena, ruangan itu tidak hanya menangani virus corona, tetapi sejumlah kasus virus yang memerlukan penanganan observasi lanjut.”Jangan sampai bangunannya mubazir, dengan adanya rumah sakit baru nanti,” terangnya. Apalagi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum mengeluarkan status darurat wabah corona. Sejauh ini, ungkapnya, belum ditemukan pasien positif suspect Pneumonia corona di Indonesia. Di sisi lain, Kabupaten Berau merupakan daerah yang belum terkonektivitas langsung ke China, baik bandara maupun pelabuhan. Sehingga, kata dia, daerah paling utara Kaltim dikategorikan aman wabah corona. “Karena daerah kita merupakan daerah transit atau persinggahan pesawat. Sehingga, penumpang sudah dinetralisir di Bandara Balikpapan, Samarinda (Kaltim) dan Tarakan (Kaltara),” sebutnya. Kendati demikian, KKP telah memasang pemindai suhu tubuh atau thermoscanner di Bandara Kalimarau, sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan. Dan melakukan pengawasan intens aktivitas ship to ship (STS) transfer bongkar muat batu bara kapal luar negeri di Muara Pantai. “Meskipun status aman, kami dan KKP serta pihak terkait terus berkoordinasi untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya virus corona di Berau,” pungkasnya.(*/jun/app)
Ruang Isolasi belum Prioritas
Rabu 05-02-2020,14:51 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 26-09-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 26 September 2026, Cek di Sini!
Jumat 25-09-2026,22:47 WIB
Gaya Hidup Timothy Ivan Triono Tuai Polemik, DPR RI Akan Panggil Qodari
Jumat 25-09-2026,22:56 WIB
Warga Loa Janan Protes Proyek Sodetan Pengurai Banjir, Pemkot Tahan Sementara
Jumat 25-09-2026,21:54 WIB
5.000 Pencari Loker Tercatat di Balikpapan hingga Agustus 2026, Penyerapan Tenaga Kerja Melambat
Jumat 25-09-2026,17:30 WIB
Evakuasi Korba KMP Virgo Hari ke-12, Kemenhub Kerahkan KN Kunyit Bawa Reefer Container
Terkini
Sabtu 26-09-2026,16:15 WIB
Bea Cukai Bontang Sita 168.600 Batang Rokok Ilegal dan 254,99 Liter Minuman Alkohol
Sabtu 26-09-2026,14:55 WIB
Stok Beras Bulog Kaltim 15.000 Ton, Aman hingga Akhir 2026
Sabtu 26-09-2026,13:55 WIB
Urgensi Transformasi Ilmu Vokasi Ke Akademik Untuk Kedaulatan Hukum Maritim Indonesia 2026-2030
Sabtu 26-09-2026,12:51 WIB
PMI Paser Mampu Produksi Lima Jenis Komponen Darah
Sabtu 26-09-2026,12:00 WIB