Oleh: Nur Hasanah* Pendidikan secara universal hadir sebagai upaya memajukan dan menumbuhkan budi pekerti. Salah satu elemen terpentingnya adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang tidak lagi asing bagi dunia pendidikan. Sejak Indonesia merdeka, pendidikan karakter dikenal dengan national character building. Dalam perjalannya, saat ini pendidikan karakter menjadi landasan utama dalam mewujudkan visi besar pembangunan nasional. Hal ini dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) tahun 2005-2025: Mewujudkan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan filsafat Pancasila. Kenyataannya, pendidikan karakter belum sepenuhnya diterapkan di dunia pendidikan. Hal ini ditandai dengan peserta didik yang memiliki perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai yang diamanatkan dalam undang-undang tersebut. Pendidikan karakter yang dicanangkan belum memberikan efek dalam pembentukan karakter peserta didik. Realitasnya, terjadi tawuran antarpelajar, pergaulan bebas, berbohong, tidak bertanggungjawab, bunuh diri, bahkan penganiayaan antarpeserta didik. Fenomena tersebut mengemuka secara umum di tengah masyarakat. Sehingga menimbulkan kekhawatiran mendalam atas merosotnya moral peserta didik. Salah satu penyebab lemahnya pendidikan karakter ini karena minimnya dukungan lingkungan peserta didik. Diperlukan strategi yang ampuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu, penting adanya harmonisasi dan kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Secara garis besar, tiga pusat pendidikan yang meliputi sekolah, keluarga, dan masyarakat inilah yang akan bertanggungjawab atas terselenggarannya pendidikan terhadap anak-anak didik. Keluarga merupakan sumber pendidikan pertama bagi anak. Karena anak lahir dan tumbuh dari keluarga. Orang tua berperan sebagai pendidik lewat pemiliharaan, pengasuhan, bimbingan, dan pembinaan. Orang tua juga yang akan menjadi guru dan pemimpin untuk anak-anaknya. Anak menyerap norma-norma pada anggota keluarga. Baik ayah, ibu, maupun saudara-saudaranya. Karena itu, peran orang tua sangatlah vital dalam pembentukan karakter anak. Supaya ia memiliki perangai yang baik. Sementara itu, lingkungan sekolah adalah lembaga pendidikan kedua. Sekolah memegang peran penting. Karena pengaruhnya sangat besar dalam membentuk jiwa anak. Di samping keluarga sebagai pusat pendidikan, sekolah pun memiliki fungsi sebagai sentral pendidikan untuk pembentukan pribadi anak. Kemudian masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang ketiga sesudah keluarga dan sekolah. Masyarakat memiliki sifat dan fungsi yang berbeda dengan batasan yang tidak jelas. Serta keanekaragaman bentuk kehidupan sosial dan jenis-jenis budaya. Masyarakat memiliki norma-norma yang berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian warganya. Pembentukan karakter anak harus didukung lingkungan masyarakat yang baik. Sehingga dapat menopang dan mendukung pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah. Tujuan pendidikan karakter dari tiga pusat pendidikan ini adalah terbentuknya moral peserta didik. Memang dibutuhkan waktu yang panjang untuk membentuk kebiasaan, watak, dan tabiat seseorang. Namun harmonisasi peran dari tiga elemen ini akan mempercepat tercapainya tujuan pendidikan. Maka dari itu, pendidikan harus melibatkan berbagai pihak. Baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Tak dapat dipungkiri, sinkronisasi tiga elemen tersebut secara harmonis dapat membentuk manusia Indonesia berdasarkan semangat dan ruh Pancasila. (qn/*Mahasiswi pascasarjana di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta)
Harmonisasi Tiga Elemen Pendidikan
Senin 13-01-2020,21:14 WIB
Oleh: bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 04-06-2026,14:00 WIB
Polda Kaltim Dalami Dugaan Kejahatan Lain dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Bocah 7 Tahun di Sangatta
Kamis 04-06-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 4 Juni 2026, Cek di Sini!
Kamis 04-06-2026,10:31 WIB
Setor PAD Rp500 Juta, Varia Niaga Klaim Skema 10 Persen Cukup Besar
Kamis 04-06-2026,15:00 WIB
Pelaku Penculikan Bocah Sangatta Ditangkap di Rumah Keluarga Pacar, Tersangka Pernah Antar Orangtua Korban
Kamis 04-06-2026,09:30 WIB
Tuntut Realisasi Ganti Rugi Lahan, Kelompok Tani Datangi Kantor Desa Bukit Pariaman
Terkini
Kamis 04-06-2026,22:34 WIB
SPMB 2026 Balikpapan Berubah, Catat Perubahannya Apa Saja
Kamis 04-06-2026,21:55 WIB
Pemprov Kaltim Pastikan Operasional Mal Lembuswana Tetap Jalan Meski BOT Berakhir
Kamis 04-06-2026,21:26 WIB
Disdikbud Balikpapan Perketat Pengawasan SPMB 2026, Sistem Online Diklaim Menutup Praktik Siswa Titipan
Kamis 04-06-2026,21:17 WIB
Kalung Nenek 88 Tahun di Samarinda Dirampas Teman Cucunya
Kamis 04-06-2026,21:17 WIB