Ilustrasi perkebunan sawit. (ist) Balikpapan, DiswayKaltim.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah melakukan penyelidikan dugaan penyalahgunaan kemitraan perusahaan kelapa sawit dengan perkebunan plasma. Dugaan ini diungkapkan Direktur Advokasi Persaingan dan Kemitraan KPPU RI Abdul Hakim Pasaribu. “Ada temuan kasus satu di Bulungan sudah masuk dalam tahap penyelidikan dan satu di Kutai Kartanegara. Temuan kasus itu berdasarkan laporan dan satu kasus merupakan inisiatif dari KPPU yang kemudian ditindaklanjuti,” kata Abdul Hakim. Ia menyebut, sedikitnya ada lima lokasi yang menjadi obyek pengawasan KPPU. Dari lima temuan tersebut, KPPU telah menaikkan statusnya pada tahap penyelidikan. Dua lokasi di daerah yang dipantau ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Bulungan. “Kasus ini mirip yang kami tangani di Sumatera Utara dan Batam,” imbuhnya. Temuan penyalahgunaan perjanjian kemitraan banyak menimpa para petani sawit. Karena petani tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Sehingga sebagian besar isi perjanjian cenderung menguntungkan perusahaan. “Banyak petani plasma yang selama ini tidak memahami secara utuh hak-haknya,” kata dia. KPPU memiliki kewenangan mengawasi perjanjian kemitraan sesuai dengan UU 22 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tujuan pengawasan tersebut untuk membantu perkebunan kecil bisa tumbuh dan berkembang. Dalam pembenahan struktur terbaru, salah satu direktorat kemitraan dialihkan pada deputi penegakan hukum. Direktorat tersebut diisi personel dari deputi penindakan yang berasal dari kalangan investigator. “Dalam undang-undang ini diatur lebih keras karena kami bisa mencabut izin perusahaan.” Selain pengawasan kemitraan bidang perkebunan, juga ada satu kasus kemitraan peternakan ayam dan transportasi online yang kini sedang ditangani KPPU. (K/FerryCahyanti/eny)
KPPU Bidik Kasus Kemitraan Perkebunan Sawit
Rabu 10-07-2019,20:45 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-02-2026,07:00 WIB
Sejarah Baru! Mario Aji dan Veda Pratama Kompak Lolos Q2 Moto2 dan Moto3 Thailand 2026
Sabtu 28-02-2026,08:35 WIB
AJI: Perjanjian Dagang Prabowo–AS Bisa “Bunuh” Pers Indonesia
Sabtu 28-02-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 28 Februari 2026, Cek di Sini!
Sabtu 28-02-2026,11:02 WIB
Harga Emas Hari Ini, 28 Februari 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Rp3 Jutaan per Gram
Sabtu 28-02-2026,15:57 WIB
Harga Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu, Disdag Samarinda Siapkan Pasar Murah Jelang Lebaran
Terkini
Sabtu 28-02-2026,22:47 WIB
Pengiriman Minyak Global Via Selat Hormuz Terancam Dihentikan, 8 Negara Timur Tengah Tutup Bandara
Sabtu 28-02-2026,22:22 WIB
Rata-Rata 200 Pegawai di Balikpapan Pensiun per Tahun, Pemkot Hitung Ulang Kekuatan ASN
Sabtu 28-02-2026,21:57 WIB
Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka Mulai 1 Maret, Cek di Sini Panduan dan Jadwal Keberangkatan
Sabtu 28-02-2026,21:28 WIB
Iran Balas Serangan Israel-Amerika, 1 Orang di Abu Dhabi Dilaporkan Tewas
Sabtu 28-02-2026,21:00 WIB