Kriteria Capres Ideal versi PBNU

Jumat 16-06-2023,13:31 WIB
Reporter : Rudi Agung
Editor : Rudi Agung

Nomorsatukaltim.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf mengungkap kriteria calon presiden 2024 yang ideal menurut PBNU. Gus Yahya menyebut, sosok capres ideal harus takut dengan Tuhan dan mengasihi rakyat. Selain itu tokoh tersbeut juga harus bijaksana dan cerdas. "Yang cerdas, yang bijaksana, takut kepada Tuhan dan mengasihi rakyatnya," ujar Gus Yahya, dalam keterangan resminya, Kamis (15/6/2023). Selain itu, sambungnya, urusan Pilpres 2024 jangan dibuat rumit, seluruh konstelasi politik hanya soal prosedur, bukan pertarungan hidup dan mati. "Kembali kepada warisan tadi, harmoni dan toleransi, jangan ribet. Cma prosedur saja kok, kita bukan mau bertarung hidup mati soal presiden," ingat Gus Yahya. Meski begitu, Gus Yahya sebelumnya menegaskan PBNU tak bisa dikaitkan pencapresan Pilpres 2024. "Dukungannya dukungan apa? NU ini bukan parpol. Saya tuh bolak-balik sampai teriak-teriak soal ini, NU bukan parpol, NU tidak dalam posisi untuk memberikan dukungan politik," jelasnya. Di sisi lain, sejumlah tokoh yang diasosiasikan dengan NU sempat masuk bursa kandidat Pilpres 2024. Beberapa di antaranya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Gus Yahya mengaku tak masalah jika di kemudian hari ada tokoh NU yang maju dalam Pilpres 2024. Akan tetapi, Yahya memastikan PBNU sebagai lembaga tak akan menyatakan sikap dukungan. Ia mengatakan, satu-satunya hal yang bisa dilakukan PBNU di Pilpres 2024, menjaga keharmonisan masyarakat. PBNU akan mengingatkan masyarakat Pilpres 2024 hanya cara menentukan pemerintahan. Ia berkata masyarakat harus kembali bersatu setelah kompetisi politik selesai. "Ini cuma prosedur, bukan jihad fisabilillah, bukan perang badar, bukan soal hidup-mati. Ini cuma soal prosedur menentukan pejabat pemerintah yang dalam hal ini adalah presiden," pesan Gus Yahya. (*/ Cin)

Tags :
Kategori :

Terkait