Nomorsatukaltim.com – Pemprov Kaltim, memberi perhatian besar terhadap kesejahteraan para guru non-aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya dengan menaikkan insentif hingga Rp 1 juta per bulan. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi di Samarinda, menyamapikan sebelumnya para guru non-ASN tersebut hanya menerima insentif Rp 300 ribu per bulan. “Alhamdulillah, Kalimantan Timur sejahtera. Insentif guru di lingkungan Pemprov Kaltim saat ini paling besar se-Indonesia,” ujarnya, Rabu (3/5/2023). Ia menjelaskan kebijakan itu bentuk kepedulian dan perhatian Pemprov Kaltim selama kepemimpinan bersama Gubernur Isran Noor. Apalagi, lanjutnya, program itu sesuai visi dan misi gubernur dan wagub berani untuk Kaltim berdaulat, yakni misi berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Ia menjelaskan kepedulian dan perhatian itu bukan hanya untuk guru sekolah umum yang menjadi kewajiban pemerintah daerah. Mereka yang menjadi binaan Kementerian Agama RI, seperti Madrasah Aliah Negeri (MAN), juga diperhatikan. “Kalau sejahtera dalam bentuk kemewahan tentu tidak. Tetapi, saat ini sesuai data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun survei di Indonesia, bahwa Provinsi Kaltim terbesar se-Indonesia. Apalagi, kondisi ini tentu memengaruhi tingkat Indeks Pembangunan Manusia Kaltim. Makanya, IPM Kaltim peringkat ketiga se-Indonesia,” paparnya. Wagub Hadi menilai penyelenggaraan program pendidikan di Kaltim termasuk yang baik di Indonesia, begitu juga program beasiswa yang diberikan juga terbesar se-Indonesia. "Kita harapkan SDM ke depan betul-betul berkualitas. Jangan sampai kalah dari luar Kaltim," ujar Hadi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Muhammad Kurniawan mengatakan pemberian insentif berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kaltim bernomor 420/K.215/2019 tentang penetapan besaran tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil Guru, Pengawas dan Tenaga Kependidikan SMA, SMK dan SLB Provinsi Kaltim. "Sebelum kepemimpinan Isran-Hadi, hanya Rp300 ribu per guru maupun tenaga kependidikan per bulan. Kini, P3K tambahan penghasilan sebesar Rp1,25 juta dan non-ASN Rp1 juta, termasuk guru MAN se-Kaltim diberikan," katanya. Untuk guru swasta tingkat SMA, SMK, dan SLB Rp1 juta per bulan. (*) Sumber: Antara
Pemprov Naikan Insentif Guru Non ASN
Kamis 04-05-2023,18:55 WIB
Reporter : Rudi Agung
Editor : Rudi Agung
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 12-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 12 Juni 2026, Waspada Hujan Petir!
Jumat 12-06-2026,10:00 WIB
Kaltim Kehilangan 5,2 Juta Hektare Hutan, WALHI: Dibebani Konsesi, Deforestasi Naik 55 Persen
Jumat 12-06-2026,14:01 WIB
Hanya Kirim 12 Atlet Terbaik, Triathlon Kutim Incar Dominasi Duathlon di Porprov Kaltim 2026
Jumat 12-06-2026,09:30 WIB
Keluhan Petani Plasma Menggunung, Kepala Kampung Jerang Melayu Sidak Perkebunan PT MKB
Jumat 12-06-2026,07:00 WIB
29 Cabor Diverifikasi, Kutim Percepat Persiapan Demi Tembus 3 Besar Porprov 2026
Terkini
Jumat 12-06-2026,23:00 WIB
DPRD Kutim Dorong Kesetaraan Harga Sawit, Perusahaan Diminta Patuhi Regulasi
Jumat 12-06-2026,22:34 WIB
Disambut Meriah Warga, Rita Widyasari Pulang ke Tenggarong Setelah Hampir 10 Tahun Jalani Masa Tahanan
Jumat 12-06-2026,22:02 WIB
SDN 011 Muara Pahu Kekurangan Guru dan Fasilitas, Proses Belajar Mengajar Tidak Optimal
Jumat 12-06-2026,21:01 WIB
Ratusan Simpatisan Siap Sambut Kepulangan Rita Widyasari ke Tenggarong
Jumat 12-06-2026,20:00 WIB