BERAU – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau memanfaatkan limbah cangkang sawit dalam proses produksi untuk menekan emisi karbon . Melalui program co-firing biomassa, cangkang sawit digunakan dalam proses pembakaran batu bara dengan komposisi perbandingan 5:95. General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan Daniel Eliawardhana mengatakan, program co-firing merupakan upaya percepatan target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. “Tanpa harus membangun pembangkit baru melainkan dengan melakukan substitusi sebagian batu bara dengan biomassa,” katanya, dalam keterangan resmi dikutip nomorsatukaltim.com - Disway Kaltim dari Antara, Minggu 3 April 2022. Diketahui, PLTU Berau berkapasitas 2x7 megawatt menjadi salah satu pembangkit listrik di Kalimantan yang menerapkan teknologi substitusi biomassa dengan batu bara. Sebelumnya, program sama diimplementasikan pada lima PLTU lain di Kalimantan. Yaitu, PLTU Asam-Asam di Kalimantan Selatan, PLTU Pulang Pisau di Kalimantan Tengah, lalu PLTU Sintang, PLTU Ketapang, dan PLTU Sanggau di Kalimantan Barat. Daniel menjelaskan, pelaksanaan co-firing cangkang sawit dan batu bara di PLTU Berau telah berlangsung sejak Mei 2021 dengan memanfaatkan limbah cangkang sawit lebih dari 500 ton. Menurutnya, program ini tersebut mampu mengurangi penggunaan batu bara pada pembangkit listrik. Dalam skala besar dan jangka panjang akan menurunkan emisi yang dihasilkan dari pengoperasian PLTU. “Cangkang sawit memiliki nilai kalori yang lebih tinggi dibandingkan nilai kalori batu bara yang digunakan di PLTU Berau, sehingga secara teknis program co-firing juga mendukung dalam peningkatan efisiensi PLTU PLN," jelas Daniel. Kemudian, dalam menjaga kontinuitas pasokan cangkang sawit, Daniel mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan koperasi dan masyarakat setempat. Harapannya, program co-firing juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Berau terutama dalam pemanfaatan limbah hasil perkebunan rakyat. Selain turut meningkatkan kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional, co-firing juga berdampak positif kepada pengembangan ekonomi kerakyatan dalam bentuk creating shared value (CSV). Di mana tercipta peluang lapangan kerja dan bisnis di sektor biomassa, khususnya yang berbasis sampah dan limbah sebagai pengganti bahan bakar fosil pada PLTU. (red/dis)
PLTU Berau Tekan Emisi dengan Limbah Cangkang Sawit
Minggu 03-04-2022,13:53 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 29-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 29 Juni 2026, Hujan di Sejumlah Wilayah
Senin 29-06-2026,13:09 WIB
Rudy Mas'ud Lantik Sembilan Pejabat Eselon II, Sisanya Masih Dijabat Plt
Senin 29-06-2026,13:42 WIB
16 Jabatan di Pemprov Kaltim Masih Dipegang Plt, Mau Sampai Kapan? Begini Jawaban Gubernur
Senin 29-06-2026,15:10 WIB
Truk Bermuatan Besi Tua Terguling, Timpa Kios di Balikpapan
Senin 29-06-2026,08:01 WIB
Sempat Dipelihara Ilegal, 3 Orangutan Kalimantan Pulang ke Hutan Kutai Timur
Terkini
Senin 29-06-2026,22:40 WIB
Longsor Ancam Pemakaman di Bukit Biru, DPRD Kukar Desak Pembangunan Turap Segera Dianggarkan
Senin 29-06-2026,22:10 WIB
Jokowi Ritual Injak Kepala Kerbau Jadi Sorotan, Petinggi PDIP: Bukan Kepala Banteng
Senin 29-06-2026,21:41 WIB
Disparpora Mahulu Godok Perencanaan Anggaran Porprov 2026, Minta KONI Maksimalkan Persiapan
Senin 29-06-2026,21:11 WIB
DPRD Balikpapan Minta Kajian Dampak Kesehatan Hujan Debu Tak Berhenti di Pemantauan Lapangan
Senin 29-06-2026,20:40 WIB