PASER, nomorsatukaltim.com - Pemanfaatan jembatan timbang di Kecamatan Kuaro, Paser, besar kemungkinan bakal tertunda hingga 2023 mendatang. Masalah anggaran jadi soal utama, mengingat dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilakukan refocusing. Padahal jika tak ada hambatan, jembatan timbang dapat difungsikan pada tahun depan. Hal ini terungkap dari koordinasi yang dilakukan dengan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan. "Ini agak terlambat, semula 2022 sudah bisa beroperasi," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser, Inayatullah, saat dikonfirmasi, Minggu (19/12/2021), dikutip dari Harian Disway Kaltim - Disway News Network (DNN). Baca juga: Dishub Paser Tak Punya Alat Timbang Portabel Dengan dilakukannya pengerjaan lanjutan, Inayatullah memperkirakan pada 2023 jembatan timbang telah beroperasi. Ia membocorkan, penyelesaian pembangunan fisik jembatan timbang di Desa Rangan ini telah masuk APBN 2022. "Anggaran yang dibutuhkan sampai selesai Rp 20 miliar," sambungnya. Keberadaan jembatan timbang ini sangat krusial. Mengingat kerap didapati kendaraan memuat barang kelebihan kapasitas. Sehingga Dishub bersama personel Polres Paser kerap melakukan Operasi Over Dimension Over Loading (ODOL). Menyasar kendaraan yang dipastikan melebihi batas muatan sumbu terberat (MST). Inayatullah menyebutkan selama ini pihaknya tak memiliki alat timbang portabel. Ditegaskannya, ke depan semua kendaraan bermotor dengan angkutan barang yang melintas harus masuk ke jembatan timbang. Sehingga dapat menyesuaikan berat angkutan yang dibawa. "Kalau ada angkutan dengan berat barang angkutan melebihi kapasitas yang ditetapkan, maka kami akan segera menurunkan sebagian barang bawaan," terangnya. Adanya jembatan timbang selain dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Paser, juga mampu mendukung dalam hal pemeliharaan jalan protokol di Kabupaten Paser. "Semoga saja dengan ini bisa mendukung peningkatan PAD kabupaten Paser. Selain itu jalan raya juga tidak mudah rusak, karena berat beban kendaraan sudah dibatasi," pungkasnya. Sekadar informasi, Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 19 mengenai kelas jalan, khususnya poin 2 mengatur, Jalan kelas I, yaitu jalan arteri dan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18 ribu milimeter, ukuran paling tinggi 4.200 milimeter, dan muatan sumbu terberat 10 ton. Jalan kelas II, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12 ribu milimeter, ukuran paling tinggi 4.200 milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 ton. Jalan kelas III, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan dapat dilalui kendaraan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, ukuran paling tinggi 3.500 milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 ton. Serta jalan kelas khusus, yakni jalan arteri. Dapat dilalui kendaraan dengan ukuran lebar melebihi 2.500 (dua ribu milimeter, panjang melebihi 18 ribu milimeter, ukuran paling tinggi 4.200 milimeter, dan muatan sumbu terberat lebih dari 10 ton. ASA/ZUL
Jembatan Timbang Paser Terhalang Anggaran
Senin 20-12-2021,11:43 WIB
Reporter : admin12_diskal
Editor : admin12_diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 05-06-2026,13:06 WIB
Rugikan Korban Sebesar Rp 20 Miliar, Handy Aliansyah Bos Hotel Balikpapan Dituntut 4 Tahun Penjara
Jumat 05-06-2026,11:02 WIB
Timnas Indonesia Bidik Sejarah Baru, John Herdman Optimistis Putus Rekor Buruk 38 Tahun atas Oman
Sabtu 06-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 6 Juni 2026, Cek di Sini!
Jumat 05-06-2026,12:00 WIB
Harga Sawit Anjlok, Faizal Rachman: Kutim Seperti Tidak Punya Bupati dan Dinas Perkebunan
Jumat 05-06-2026,19:31 WIB
BRI Tegaskan Jadi Korban dalam Kasus Kredit Fiktif di Unit Talisayan Berau
Terkini
Sabtu 06-06-2026,10:31 WIB
Komisi C DPRD Kutim Desak Percepatan Penyelesaian Ring Road untuk Jalan Alternatif Bus Tambang
Sabtu 06-06-2026,10:00 WIB
Purbaya Bakal Cari Pembeli Surat Utang RI ke China dan Inggris
Sabtu 06-06-2026,09:35 WIB
Walhi Kaltim: Banjir Samarinda Bukan Bencana Alam, Melainkan Bencana Ekologis
Sabtu 06-06-2026,09:00 WIB
Menanti Kesetaraan di Pasar Kerja PPU, Pelatihan Disabilitas Belum Jadi Prioritas
Sabtu 06-06-2026,08:36 WIB