PASER, nomorsatukaltim.com - Pengembangan destinasi wisata menjadi salah prioritas di Kabupaten Paser. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata. Teranyar, saat ini tengah berjalan pematangan lahan untuk wisata terpadu di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot. Lokasinya sangat strategis tak jauh dari pusat kota. Tepat diseberang Taman Tepian Kandilo. Luasnya mencapai 2,3 hektare. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Muksin menuturkan, anggaran untuk pematangan lahan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021 dengan nilai Rp 750 juta. Ditargetkan akhir tahun ini rampung. Baca juga: Gunung Boga di Paser Mulai Ditata, Sapras Tempat Wisata Ditingkatkan "Kalau untuk pembangunan fisiknya direncanakan awal 2022 sudah dimulai. Nantinya melalui Bankeu (Bantuan Keuangan) Kaltim," kata Muksin, Senin (13/12/2021) lalu dikutip dari Harian Disway Kaltim - Disway News Network (DNN). Lanjut mantan Kepala Bappedalitbang Paser ini, dalam APBD Perubahan juga disediakan anggaran perencanaan teknis senilai Rp 350 juta. Peruntukkannya membiayai jasa konsultan. Dirinya memperkirakan dana sementara yang dibutuhkan untuk pembangunan wisata terpadu Rp 29 miliar. Angka itu kemungkinan bakal bertambah. Dikarenakan masih proses penyelesaian perencanaan oleh konsultan. Pengerjaan fisik dimulai tahun depan dengan target selesai pada 2024. "Yang jelas dana yang diperlukan sangat besar dan dikerjakan bertahap. Jadi setiap tahun dianggarkan," tandasnya. Sedikit bocoran beberapa fasilitas yang ada di wisata terpadu, di antaranya taman olahraga seperti skateboard, futsal, voli, tenis, taman bermain anak, serta wisata kuliner dan budaya. Juga bakal dibangun panggung untuk pentas seni. Sehingga dapat menampilkan kesenian tradisional, baik dari Kabupaten Paser maupun daerah lain. Diketahui untuk wisata terpadu di Desa Sungai Tuak tepat berada di sisi Sungai Kandilo. Sehingga bakal dibangun dermaga untuk fasilitas tambahan. Yakni susur sungai. Tentu bakal memanjakan wisatawan, terlebih jika beruntung pengunjung dapat melihat bekantan. Dari informasi yang dihimpun awak media ini, pematangan lahan telah berjalan sekira dua - tiga pekan. Akses yang dilalui melalui jalan lingkungan yang masih berupa tanah. Sehingga warga sekitar meski bersabar. Mengingat jalan dilalui untuk alat ekskavator mini, mengingat saat hujan bakal becek dan cukup menyulitkan pengendara roda dua. Meski beberapa titik telah ditimbun dengan tanah urukan dari lahan wisata terpadu. ASA/ZUL
Paser Bangun Tempat Wisata Terpadu
Rabu 15-12-2021,07:30 WIB
Reporter : admin12_diskal
Editor : admin12_diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-03-2026,11:35 WIB
Iran Kecam Serangan AS dan Israel, Ancam Balasan Tegas serta Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak
Minggu 01-03-2026,12:18 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dirudal, Siapa Pengganti Selanjutnya?
Minggu 01-03-2026,12:02 WIB
Konflik Timur Tengah Ganggu Jadwal Umrah, 58.873 Jemaah Indonesia Masih di Arab Saudi
Minggu 01-03-2026,12:33 WIB
Satpol PP Samarinda Tertibkan Kafe yang Langgar Jam Operasional Buka Selama Ramadan
Minggu 01-03-2026,21:24 WIB
Satlantas Polres Kukar Patroli di Titik Rawan Balap Liar, Jika Tertangkap Motor Ditahan 3 Bulan
Terkini
Senin 02-03-2026,10:33 WIB
Imbas Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima Kota, Polda Kaltim Buka Ruang Kontrol Masyarakat
Senin 02-03-2026,10:01 WIB
DPRD Berau Minta Pemkab Tak Paksakan Penerapan Parkir Elektronik di Pasar SAD
Senin 02-03-2026,09:31 WIB
Innalillahi, Wapres RI Keenam Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
Senin 02-03-2026,09:01 WIB
Harga Beras dan Cabai Turun, Pemkab Kutim Pastikan Stok Bahan Pokok Aman hingga Lebaran
Senin 02-03-2026,08:33 WIB