TANJUNG SELOR, DISWAY – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara telah memutuskan bahwa laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan calon kepala daerah petahana, Irianto Lambrie, tidak memenuhi unsur untuk diproses lebih lanjut. Berdasarkan pembahasan dengan Sentra Gakkumdu, kata Ketua Bawaslu Kaltara, Suryani, diketahui unsur-unsur dugaan yang tercantum dalam Pasal 70 ayat (3) PKPU 4 Tahun 2017 yang dimaksud pelapor, tidak terpenuhi. “Pada kesimpulannya, kami melihat jika unsur pelanggaran yang dilakukan oleh calon gubernur petahana itu, tidak terpenuhi. Dan, akhirnya pleno penanganan kasus ini tidak ditindaklanjuti, atau dihentikan,” ujar Suryani, Kamis (22/10). Suryani juga mengatakan, sebelum Bawaslu Kaltara memutuskan untuk menghentikan proses pemeriksaan dugaan pelanggaran yang dilaporkan mantan pimpinan Bawaslu Kaltara, pihaknya telah melakukan kajian yang melibatkan pakar pidana, pakar administrasi negara, dan pakar tata negara. Tujuannya, untuk menilai dan memberikan pandangan, serta kajian-kajian hukum. Pandangan dan kajian dari para pakar itu, kata Suryani, selanjutnya dibawa dalam rapat. Agar bisa memperkuat dugaan pelanggaran oleh calon gubernur tersebut. Dan, pihaknya pun tidak memutuskan sendiri. Namun, juga ada dari kepolisian dan kejaksaan yang turut menimbang pendapat para pakar. “Memang tidak memenuhi unsur. Sehingga, kami putuskan demikian (dihentikan prosesnya),” tuturnya. Selain laporan terhadap Irianto Lambrie, Bawaslu Kaltara juga menangani laporan dugaan pelanggaran pilkada terhadap calon gubernur, Zainal Arifin Paliwang. Laporan yang dilayangkan oleh Padly, warga Tanjung Selor itu, diakui Suryani masih dalam proses kajian awal. “Kami masih ada waktu untuk melakukan kajian awal, sebelum nanti akan diplenokan yang targetnya akan dilaksanakan dalam waktu 1-2 hari ke depan,” ujarnya. Selama masih dalam kajian Bawaslu, kata Suryani, si pelapor masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki, atau melengkapi laporan yang disampaikan terkait kelengkapan bukti-bukti tambahan. “Si pelapor baru mau melengkapi dan kami masih menunggu kekurangan dari laporanya itu,” ujarnya. Dia juga menyampaikan bahwa Bawaslu Kaltara telah meregistrasi laporan dugaan pelanggaran Pilkada 2020 sebanyak 21 kasus. Tetapi, jumlah tersebut terhitung 14 Oktober 2020, dan saat ini masih berproses untuk beberapa kasus yang baru diterima. “Laporan yang masuk banyak, tetapi yang teregistrasi atau memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti 21 kasus, sesuai laporan yang saya terima. Untuk update-nya, besok atau lusa mungkin sudah ada,” ujarnya. */ZUH/REY
Tak Ada Pelanggaran
Jumat 23-10-2020,10:30 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 17-04-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 17 April 2026, Cek di Sini!
Jumat 17-04-2026,06:59 WIB
UMKM Balikpapan Mulai Dijajaki Buyer Malaysia, Peluang Ekspor Terbuka
Jumat 17-04-2026,08:59 WIB
Jasa Pelayanan Nakes Tertunggak 6 Bulan, Direktur RSUD HIS Kubar Sebut Kendala Sistem
Jumat 17-04-2026,10:34 WIB
Usut Laka Maut Ibu-Anak di Ringroad 2 Samarinda, Polisi Pastikan Jalur Truk Sesuai Aturan
Jumat 17-04-2026,08:00 WIB
Ketua Ombudsman RI Terjerat Korupsi, 6 Hari setelah Dilantik Presiden, Pansel Kecolongan?
Terkini
Jumat 17-04-2026,23:49 WIB
Setelah UI Kini Unpad, Dugaan Pelecehan Mahasiswi Program Pertukaran Libatkan Guru Besar
Jumat 17-04-2026,23:04 WIB
Indonesia Bidik Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, FFI Dorong Lobi ke Kongres FIFA
Jumat 17-04-2026,22:34 WIB
Jelaskan Pinjaman Rp820 Miliar dari Bankaltimtara, Sekda Kukar: Untuk Kebutuhan Arus Kas Daerah
Jumat 17-04-2026,22:04 WIB
Polisi Dalami Jaringan Sabu Asal Samarinda Usai Tangkap Pengedar di Kutai Barat
Jumat 17-04-2026,21:35 WIB