Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Diisi Deklarasi Ruang Aman dan Nyaman Anak (RANA)
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Berau. -Prokopim Berau-

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Pemkab Berau kembali menegaskan komitmennya mewujudkan daerah yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" tersebut digelar di Ruang Pertemuan Bapelitbang Kabupaten Berau, Selasa (4/8/2026).
Peringatan HAN dihadiri perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Berau, Forum Anak, serta jajaran organisasi perangkat daerah yang memiliki peran dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Mewakili Bupati Berau, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setkab Berau, Andi Marewangeng, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkomitmen mendukung upaya perlindungan anak di Kabupaten Berau.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Berau akan terus memperkuat sinergi lintas sektor agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
"Kita harus menciptakan lingkungan yang ramah anak. Anak-anak harus tumbuh dengan kasih sayang agar dapat berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh orang tua, Forum Anak, tenaga pendidik, serta perangkat daerah untuk terus berperan aktif dalam melindungi, membimbing, dan membentuk karakter anak-anak sebagai generasi penerus yang unggul, berbudaya, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau juga melaksanakan Deklarasi Ruang Aman dan Nyaman Anak (RANA).
Deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), hingga pelecehan seksual.
Melalui deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga maupun lingkungan sekitar, menjaga ruang digital, agar tetap aman bagi anak, serta memperkuat sinergi dalam pengawasan dan perlindungan anak dari berbagai ancaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
